Salmon dan Hiu

*Salmon* dan *Hiu*

Pada menu ikan masakan Jepang, ikan salmon akan lebih enak untuk dinikmati jika ikan tersebut masih dalam keadaan hidup, saat hendak diolah untuk disajikan. Jauh lebih nikmat dibandingkan dengan ikan salmon yg sudah diawetkan dengan es.

Itu sebabnya para nelayan Jepang selalu memasukkan salmon tangkapannya ke suatu kolam buatan agar dalam perjalanan menuju daratan salmon-salmon tersebut tetap hidup.
 
Meski demikian pada kenyataannya banyak salmon yang mati di dalam kolam buatan tersebut. Bagaimana cara mereka (nelayan Jepang) menyiasatinya? Para nelayan itu memasukkan seekor hiu kecil di dalam kolam tersebut.

Sungguh Ajaib..!
Hiu kecil itu "memaksa" salmon-salmon untuk terus bergerak agar jangan sampai dimangsa si hiu kecil yang ganas menyerang mereka setiap saat.

Akibatnya banyak ikan salmon yang tetap hidup dan jumlah salmon yang mati justru menjadi sangat sedikit..!

Dari kisah Ikan Salmon dan Hiu ini kita dapat mengambil pelajaran yang sangat berharga yaitu :
.
1. Diam membuat kita Mati...!
2. Bergerak membuat kita Hidup...!
.
Lalu, Apa yg membuat kita Diam?

Saat tidak ada masalah dalam hidup dan saat kita berada dalam zona nyaman.
Situasi seperti ini kerap membuat kita terlena.
Begitu terlenanya sehingga kita tidak sadar bahwa kita terancam mati..!

Dan..., Apa yang membuat kita bergerak..?

Masalah..., sekali lagi..., Masalah....!
Tekanan Hidup.., dan Tekanan Kerja...

Saat masalah datang, secara otomatis naluri kita membuat kita bergerak aktif dan berusaha mengatasi semua pergumulan hidup...

Tidak hanya itu, kita menjadi kreatif, dan potensi diri kitapun menjadi berkembang luar biasa...

Jangan lupa..., bahwa kita akan bisa belajar banyak dlm hidup ini bukan pada saat keadaan nyaman, tapi justru pada saat kita menghadapi badai hidup...

Itu sebabnya syukurilah kehadiran "hiu kecil" yg terus memaksa kita utk berGERAK dan tetap SURVIVE. 

MENTAL BAJA

Palu Menghancurkan Kaca...
Tapi Palu Membentuk Baja...

Apa maknanya?

Jika mental kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu (masalah) menghantam, kita akan mudah remuk, putus asa, kecewa, marah dan frustasi.

Jika kita adalah kaca,
maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat berhubungan dengan orang lain.

Sedikit benturan saja, sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.

“Mental baja” adalah sikap yang selalu positif, bahkan terus bersyukur di saat masalah yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.

Mengapa demikian?

Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa “masalah yang menempa adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik”.

Sepotong besi baja akan menjadi sebuah Pedang yang berdaya berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu.

Setiap pukulan memang sangat menyakitkan, namun mereka yang bermental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.

Jika kita adalah “Baja”...
kita akan selalu melihat palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita.

Sebaliknya jika kita “Kaca” ...
maka kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita.

Jika hari ini kita sedang di tempa oleh masalah-masalah hidup, Responslah dengan sikap yang Positif dan Optimis.

Jangan rapuh seperti kaca,
tapi jadilah kuat bagaikan baja.

Semoga bermanfaat 😊

BERJUANG SAMPAI MENANG

Hidup adalah perjuangan, 
sebuah perjalanan panjang yang berliku, banyak tantangan dan penuh rintangan.

Adakalanya dihadapkan pada situasi sulit, dengan himpitan masalah dan hambatan.

Yang menuntut kita untuk mengambil keputusan brilian

Namun apa yang sudah dimulai harus dituntaskan

Apa yang sudah dipilih harus bisa dilakukan dengan penuh tanggungjawab hingga benar-benar selesai.

Hidup hanya sekali, lakukan yang terbaik semaksimalnya.

Tidak setengah-setengah menjalaninya, kerjakan dan lakukan dengan penuh upaya.

Jika Anda sudah tekad untuk berjuang, Maka Anda harus menjadi seorang pemenang.

Apa gunanya perjuanganmu ketika harus kalah?

Jika memang Anda sudah tahu akan kalah, lantas mengapa Anda mau berjuang untuk hal yang tidak bisa Anda menangkan?

Jadi, maksimalkan perjuanganmu untuk memenangkan persaingan dan mendapatkan apa yang Anda inginkan.

Semangat 🔥🔥🔥

LALAT dan LEBAH

LALAT DAN LEBAH

Mengapa Lebah cepat menemukan Bunga? Dan
Mengapa Lalat cepat menemukan Kotoran?

Mata Lebah dibuat hanya untuk menemukan Bunga,
Mata Lalat dibuat khusus untuk menemukan Kotoran.

MENGAPA ???

Di dalam pikiran Lebah hanyalah Madu & Madu saja, tidak ada yang lain.
Sedangkan di dalam pikiran Lalat hanyalah Kotoran dan Kotoran saja, tidak ada yang lain.

Maka, susah bagi lebah untuk menemukan kotoran,
tapi mudah & cepat bagi lebah untuk menemukan bunga di manapun.

Sebaliknya, susah bagi lalat untuk menemukan bunga, tapi mudah dan cepat bagi lalat untuk menemukan kotoran di manapun.

Apa hasil akhirnya?

Lebah kaya akan madu yg sangat bermanfaat, sedangkan lalat kaya akan kuman penyakit.

Apa hikmah yang bisa kita ambil dari 2 makhluk ciptaan Tuhan ini ?

Ternyata apa yang kita pikirkan akan menghasilkan apa yang kita lihat dan apa yang kita lihat akan menghasilkan apa yang kita peroleh.

Hidup kita sangat tergantung pada Hati & Pikiran kita.

Kalo Hati & Pikiran selalu Negatif, Sudah pasti apa saja yang kita lihat akan selalu menjadi Negatif dan hasil akhirnya adalah sebuah kehidupan negatif yang penuh permasalahan.

Kalo Hati dan Pikiran selalu Positif, pasti apa saja yang kita lihat akan selalu menjadi Positif & hasil akhirnya adalah kehidupan positif yang penuh kebahagiaan.

Pilihan ada di tangan kita sendiri.

"Perkataan yang menyenangkan adalah ibarat seperti sarang madu, manis dan memberi manfaat untuk alam semesta.

Semoga bermanfaat dan kita semua adalah orang-orang yang menghasilkan 'madu' yang memberi manfaat untuk orang banyak.

Selamat pagi,selamat beraktivitas.
💪💪😇😇

Gaji dan Rezeki

Mau dapat gaji atau rezeki?


Gaji itu ada slipnya
Rezeki tidak ada

Gaji itu dari Boss
Rezeki itu dari Allah

Gaji itu hanya uang,
Rezeki bisa berupa banyak hal.

Gaji itu dijemput dengan kerja.
Rezeki itu dijemput dengan taqwa.

Gaji itu sudah terduga,
Rezeki itu seringnya tak terduga.

Gaji mungkin sudah besar, tapi terasa kurang,
Tapi rezeki berkah itu, selalu mencukupi, meski tak seberapa

Gaji harus dikejar, dicari dan diusahakan dengan bekerja.
Namun rezeki bisa datang bagi orang yang bertaqwa.

Tidak semua orang memiliki gaji, tetapi setiap orang memiliki jatah rezekinya.

Gaji tidak menentukan batas akhir ajal seseorang, 
tetapi rezeki bila telah genap diterima seseorang, maka itulah saatnya ajal tiba.

Gaji memungkinkan tertukar dengan lain orang, 
tetapi rezeki tidak akan pernah ketukar.

Besaran gaji ditentukan oleh masa kerja dan kinerja, 
sementara besaran rezeki ditentukan amal shaleh dan takwa.

jadi mau dapat gaji atau rezeki?
mau dapat keduanya?
CERDASSS 😁😁

Sejarah Lockdown

*_Sejarah merupakan bagian dari data Statistik_*
----------------------------------------------------------

*Coronavirus, Lockdown, dan Ironi Negeri Muslim Terbesar*

Oleh: Harun Husen

Di laman Newsweek, 17 Maret, seorang profesor, Dr Craig Considine, menulis sebuah artikel menarik. Judulnya, “Can the Power of Prayer Alone Stop a Pandemic like the Coronavirus? Even the Prophet Muhammad Thought Otherwise”.

Artikel itu tentang wabah coronavirus, yang kini telah menjadi pandemi global. Editor Newsweek, memberi artikel itu ilustrasi Ka’bah dan pelatarannya yang putih susu.

Pada dua paragraf awal Dr Craig membahas tentang pandemi global Covid19 dan cara membendungnya. Para ahli imunologi seperti Dr Anthony Fauci dan Dr Sanjay Gupta, tulisnya, menyatakan bahwa cara paling efektif untuk mengatasinya adalah dengan menjaga kebersihan, melakukan karantina, dan mengisolasi diri dari orang lain.

Para paragraf ketiga, dia menyampaikan sebuah pertanyaan. Sebenarnya lebih merupakan pernyataan. Berkata Dr Craig, “Taukah Anda siapa lagi yang menyarankan menjaga keberhasihan dan karantina selama pandemi berlangsung?”

*“Muhammad, Nabi umat Islam, lebih dari 1.300 tahun silam,”* tulisnya.

Nabi Muhammad, Dr Craig menambahkan, bukanlah seorang ahli tradisional dalam soal penyakit mematikan. Namun, tulisnya, “Nabi Muhammad telah menyampaikan nasihat yang sangat baik untuk mencegah dan memerangi perkembangan [penyakit mematikan] seperti Covid19.”

Dr Craig kemudian mengutip hadits yang dia maksud. “Muhammad bersabda: ‘Jika engaku mendengar wabah melanda suatu negeri, jangan memasukinya; tetapi jika wabah itu menyebar di suatu tempat sedang engkau berada di dalamnya, jangan tinggalkan tempat itu’.”

Yang dikutip Dr Craig adalah hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim. Kisah lengkap tentang hadits ini, yang berkaitan dengan peristiwa di zaman Khalifah Umar, lihat pada tulisan “Lockdown Era Umar bin Khattab”.

Masih mengutip hadits, Dr Craig –yang belum lama ini menulis buku berjudul “Humanity of Muhammad: A Christian View” (Blue Dome Press, 2020)– menulis: “Dia (Nabi Muhammad) juga berkata: ‘Mereka yang telah terinfeksi penyakit menular, harus dijauhkan dari yang sehat’.”

Ini juga hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah. Formulasi lain hadits ini dalam bahasa Indonesia, adalah “Janganlah yang sakit dicampurbaurkan dengan yang sehat.”

Sekarang semua anjuran Nabi tersebut, secara kebetulan telah menjadi jurus banyak negara dalam menghadapi pandemi global coronavirus. Mulai dari negara komunis, Hindu, Kristen, Katolik, liberal, sekuler, dan lain-lain, melakukan lockdown. _Ironisnya, Indonesia yang merupakan negara mayoritas Muslim, justru mengabaikan pesan Sang Nabi_.

Alih-alih, kita malah melakukan langkah sebaliknya. Saat Cina sedang diharubiru coronavirus, yang memaksa negara itu melockdown Wuhan hingga menutup Kota Terlarang, kita (kita?) malah mengundang turis masuk ke negara ini, bahkan dengan iming-iming diskon.

Kedua, saat orang terinfeksi mulai ditemukan, kita sama sekali tidak mau melakukan karantina wilayah. Akibatnya, kini virus telah menyebar di sebagian besar provinsi di Indonesia. Yang terinfeksi dan meninggal semakin banyak.

Saat situasi semakin buruk, malah terdengar skenario melakukan _herd immunity_. Skenario yang seakan menyerahkan anak bangsa ini menjadi hidangan virus korona. Silakan bertarung sendiri melawan virus itu melalui mekanisme seleksi alamiah. Survival of the fittest.

Sejak lama, para ahli menyatakan mortality rate virus ini adalah dua persen. Jadi, peluang Anda hidup adalah 98/100. Pastikan saja anda tidak termasuk yang dua persen.

Lalu, berapa dua persen orang Indonesia? Sekarang penduduk kita sekitar 270 juta. Kalau skenario herd immunity benar-benar tega dijalankan, maka yang akan mati adalah sekitar 4,5 juta orang. Seberapa banyak itu? Bayangkan saja Singapura dijatuhi bom atom, dan seluruh penduduknya mati. Sebanyak itulah nanti yang mati.

Itu pun kalau benar-benar dua persen saja yang mati. Sekarang, berdasarkan data Worldometer sampai dengan Sabtu sore ini, kasus positif coronavirus berjumlah 601.010, dengan tingkat kematian 27.432, atau 4,56 persen.

Lalu bagaimana kalau tingkat kematian herd immunity sampai 4,5 persen? Jumlahnya tinggal dikali dua. Maka, yang mati sekitar 12 juta orang. Jumlah yang mati akan lebih banyak daripada penduduk Jakarta.

Inggris, yang disebut-sebut mencoba menerapkan skenario herd immunity, gagal dan diobrak-abrik virus ini. Bahkan, perdana menteri dan pewaris tahta inggris, berhasil diinfeksi virus ini.

Para ahli pun menentang skenario kejam tersebut. Bukan hanya akan mengorbankan jutaan nyawa, skenario ini pun penuh dengan ketidakpastian. Seorang peneliti mengatakan virus ini baru memulai perjalanan evolusinya. Di Wuhan maupun Jepang, sudah didapati kejadian ganjil, orang yang sembuh, ternyata bisa terinfeksi lagi. Bahkan di Wuhan angkanya sampai lima persen. Berita lain menyebut angkanya sampai 14 persen.

Nabi, sejak 14 abad silam, tidak pernah menyarankan skenario kejam seperti itu. Nabi mengajarkan karantina, isolasi, dan menjaga kebersihan.

Mari kita tengok lagi tulisan Dr Craig, yang basah kuyup oleh guyuran hadits. Nabi Muhammad, tulisnya, sangat mendorong manusia mematuhi praktik higienis yang bakal membuatnya aman dari infeksi. “Pertimbangkan hadits-hadits ini, atau perkataan Nabi Muhammad:”

“Kebersihan adalah sebahagian dari iman.”

“Cucilah tanganmu setelah bangun tidur; kamu tidak tahu ke mana tanganmu bergerak saat tidur.”

“Keberkahan makanan terletak pada mencuci tangan sebelum dan setelah makan.”

Lalu, bagaimana jika seseorang jatuh sakit? Nasihat apa yang akan diberikan Nabi Muhammad kepada sesama manusia yang sedang didera rasa sakit? Dr Craig kembali bertanya, retoris.

Jawabannya, menurut profesor yang tahun lalu menerbitkan buku “Islam in America: Exploring the Issues” (ABC-CLIO 2019), ini, adalah: “Dia (Nabi Muhammad) akan mendorong untuk mencari perawatan medis.”

Dr Craig pun mengutip hadits yang sangat terkenal. “Manfaatkan perawatan medis (berobatlah), karena Tuhan tidak menciptakan penyakit tanpa obatnya, dengan pengecualian terhadap satu penyakit –usia tua (pikun).” Hadits ini diriwayatkan Imam Tirmidzi, Abu Daud, dan Ibnu Majah.

Hampir sekujur artikel Dr Craig, bercerita tentang Sang Nabi dan sabdanya yang sangat diperlukan umat manusia, hari-hari ini. Dan, yang menurutnya merupakan salah satu poin terpenting, Nabi mengajarkan bagaimana menyeimbangkan iman dan akal.

Dr Craig kemudian mengajak kita melihat respons umat beragama, beberapa pekan terakhir. Sebagian orang, tulisnya, bergerak terlalu jauh, dengan menyarankan bahwa berdoa akan lebih baik dan akan menjauhkan dari coronavirus, ketimbang mematuhi aturan dasar tentang sosial distancing dan karantina. Dr Craig pun mereka-reka, kira-kira apa tanggapan Nabi terhadap pendapat seperti itu.

Dan, Dr Craig menjawabnya dengan menukil sebuah kisah unta orang Badui, dalam hadits yang diriwayatkan Imam Tirmidzi. “Pertimbangkan kisah berikut. Suatu hari, Nabi Muhammad melihat seorang lelaki Badui meninggalkan untanya tanpa mengikatnya. Dia (Nabi Muhammad) bertanya kepada orang Badui tersebut, ‘Mengapa tidak engkau ikat untamu?’ Orang Badui itu menjawab, ‘Aku menaruh kepercayaan (tawakal)kepada Tuhan.’ Sang Nabi pun kemudian bersabda, ‘Ikat dulu untamu, baru kemudian tawakkal kepada Tuhan’.”

Sebagai kesimpulan, Dr Craig menyatakan bahwa Nabi Muhammad menyarankan umat untuk mencari bimbingan dalam agama mereka, namun Nabi tetap berharap mereka melakukan langkah-langkah mendasar terkait pencegahan, kestabilan, dan keselamatan. “Dengan kata lain, dia {Nabi) berharap umat menggunakan akal sehatnya.”

Lockdown Era Umar bin Khattab
---------------------------------------------------
Situasi lockdown zaman nabi, juga diterapkan oleh Umar bin Khattab ketika mengunjungi Syam. Cerita ini dikisahkan dalam buku Biografi Umar bin Khattab karya Prof. Dr. Ali Muhammad Ash Shalabi. Pada tahun 18 Hijriyah, suatu hari Umar bin Khattab bersama sabahat-sahabatnya, melakukan perjalanan menuju Syam. Sebelum memasuki Syam, di perbatasan mereka mendengar sebuah kabar tentang wabah penyakit kulit yang menjangkiti wilayah tersebut.

Penyakit kulit ini dinamai Wabah Tha’un Amwas. Penyakit menular yang menyebabkan benjolan di seluruh tubuh. Benjolan yang terus tumbuh hingga pecah, membuat penderita mengalami pendarahan hingga kematian.

Beberapa waktu kemudian, Gubernur Syam, Abu Ubaidah bin Al Jarrah, datang menemui rombongan Umar di perbatasan. Terjadi percakapan di antara para sahabat dengan Umar. Akhirnya mereka bersepakat untuk mengikuti Hadits Nabi, untuk tidak masuk ke daerah Syam yang sedang mengalami wabah, dan kembali pulang ke Madinah.

Syam diberlakukan lockdown. Setiap beberapa waktu sekali, Abu Ubaidah mengabarkan situasi kondisi yang terjadi di Syam, kepada Umar bin Khattab. Satu persatu sahabat Umar meninggal saat wabah, hingga tercatat sekitar 20 ribu orang yang wafat karena wabah. Jumlahnya hampir separuh dari penduduk Syam, termasuk di dalamnya ada Abu Ubaidah.

Posisi Gubernur kemudian digantikan oleh Amr bin Ash, Sahabat Umar. Amr bin Ash memerintahkan kepada penduduk Syam untuk saling berjaga jarak, agar tidak tidak saling menularkan penyakit, dan berpencar dengan menempatkan diri di gunung-gunung. Penularan penyakit kusta pun dapat diredam, dan Syam kembali normal.

Sumber:
–https://www.newsweek.com/prophet-prayer-muhammad-covid-19-coronavirus-1492798
–https://www.dompetdhuafa.org/id/berita/detail/lockdown-zaman-nabi

https://muslimobsession.com/coronavirus-lockdown-dan-ironi-negeri-muslim-terbesar/

LUKA BATIN ANAK KITA

Oleh mb Yunda Fitrian

"Gimana cara supaya anak tidak menyimpan luka batin jika sudah terlanjur dibentak, dicubit dan dipukul? "
.
Pertanyaan yang sering saya dapat di acara healing maupun parenting.
.
Ada beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir luka batin, meskipun kita tidak bisa memastikan apakah anak benar-benar sembuh dari luka tersebut. Pada akhirnya Allah-lah tempat kita meminta.
.
Langkah pertama, mohon ampun pada Allah. Akui bahwa kita telah khilaf menuruti hawa nafsu dan bisikan syaitan ketika marah. Mintalah pertolongan Allah agar selalu diberi kekuatan untuk mengasuh sesuai syariatNya.
.
Kedua, minta maaf pada anak dengan tulus. Minta maaf yang didengarnya saat sadar, bukan hanya saat anak tidur. Jelaskan bahwa tindakan kasar itu salah. Berjanjilah tidak akan mengulanginya. Minta anak mengingatkan kita, bersungguh-sungguhlah agar tidak mengulanginya.
.
Ketiga, bantu anak mengalirkan perasaan tidak nyaman yang pernah ia rasakan akibat kekerasan orang tua. Tanyakan apa yang anak pikirkan, rasakan, inginkan, dan butuhkan saat peristiwa itu terjadi. Dengar dan terima apa yang ia sampaikan. Cara ini baru bisa dilakukan setelah anak mampu lancar berbicara.
.
Keempat, perbanyak memeluk, menyatakan kasih sayang, bermain bersama, dan berkegiatan yang menyenangkan dengan anak. Perbaiki kesalahan kita dengan melakukan banyak kebaikan. Penuhi ingatan anak dengan jutaan kenangan indah, agar bukan kenangan buruk yang lebih berkesan ketika mengingat orang tua.
.
Kelima, doakan anak dengan kebaikan. Bukan hanya doa setelah sholat dengan suara lirih. Melainkan juga doa ketika berinteraksi dengan anak, dengan suara yang dapat ia dengar. Doa seperti itu adalah pernyataan cinta dan sugesti yang berkesan bagi anak.
.
Ingatan akan kekerasan yang dilakukan orang tua memang dapat membekas sepanjang usia. Meninggalkan luka dan menggerus cinta. Namun, tidak ada kata terlambat untuk bertaubat.
.
Di sisa usia kita, biar Allah menyaksikan bahwa kita berjuang untuk menjalankan amanah sebagai orang tua dengan sepenuh jiwa. Agar Allah ridho pada kita, dan menjadikan kita keluarga penghuni surga. Aamiin.

SUATU SAAT KITA AKAN MENINGGALKAN MEREKA JANGAN MAINKAN SEMUA PERAN

By : *Elly Risman*
(Senior Psikolog dan Konsultan, UI)

Kita tidak pernah tahu, anak kita akan terlempar ke bagian bumi yang mana nanti, maka izinkanlah dia belajar menyelesaikan masalahnya sendiri .

Jangan memainkan semua peran,
ya jadi ibu,
ya jadi koki,
ya jadi tukang cuci.

ya jadi ayah,
ya jadi supir,
ya jadi tukang ledeng,

Anda bukan anggota tim SAR!
Anak anda tidak dalam keadaan bahaya.
Tidak ada sinyal S.O.S!
Jangan selalu memaksa untuk membantu dan memperbaiki semuanya.

#Anak mengeluh karena mainan puzzlenya tidak bisa nyambung menjadi satu, "Sini...Ayah bantu!".

#Tutup botol minum sedikit susah dibuka, "Sini...Mama saja".

#Tali sepatu sulit diikat, "Sini...Ayah ikatkan".

#Kecipratan sedikit minyak
"Sudah sini, Mama aja yang masak".

Kapan anaknya bisa?

Kalau bala bantuan muncul tanpa adanya bencana,
Apa yang terjadi ketika bencana benar2 datang?

Berikan anak2 kesempatan untuk menemukan solusi mereka sendiri.

Kemampuan menangani stress,
Menyelesaikan masalah,
dan mencari solusi,
merupakan keterampilan/skill yang wajib dimiliki.

Dan skill ini harus dilatih untuk bisa terampil,
Skill ini tidak akan muncul begitu saja hanya dengan simsalabim!

Kemampuan menyelesaikan masalah dan bertahan dalam kesulitan tanpa menyerah bisa berdampak sampai puluhan tahun ke depan.

Bukan saja bisa membuat seseorang lulus sekolah tinggi,
tapi juga lulus melewati ujian badai pernikahan dan kehidupannya kelak.

Tampaknya sepele sekarang...
Secara apalah salahnya kita bantu anak?

Tapi jika anda segera bergegas menyelamatkannya dari segala kesulitan, dia akan menjadi ringkih dan mudah layu.

Sakit sedikit, mengeluh.
Berantem sedikit, minta cerai.
Masalah sedikit, jadi gila.
,
Jika anda menghabiskan banyak waktu, perhatian, dan uang untuk IQ nya, maka habiskan pula hal yang sama untuk AQ nya.

AQ?
Apa itu?
ADVERSITY QUOTIENT

Menurut Paul G. Stoltz,
AQ adalah kecerdasan menghadapi kesulitan atau hambatan dan kemampuan bertahan dalam berbagai kesulitan hidup dan tantangan yang dialami.

Bukankah kecerdasan ini lebih penting daripada IQ, untuk menghadapi masalah sehari-hari?

Perasaan mampu melewati ujian itu luar biasa nikmatnya.
Bisa menyelesaikan masalah, mulai dari hal yang sederhana sampai yang sulit, membuat diri semakin percaya bahwa meminta tolong hanya dilakukan ketika kita benar2 tidak sanggup lagi.

So, izinkanlah anak anda melewati kesulitan hidup...

Tidak masalah anak mengalami sedikit luka,
sedikit menangis,
sedikit kecewa,
sedikit telat,
dan sedikit kehujanan.

Tahan lidah, tangan dan hati dari memberikan bantuan.
Ajari mereka menangani frustrasi.

Kalau anda selalu jadi ibu peri atau guardian angel,
Apa yang terjadi jika anda tidak bernafas lagi esok hari?

Bisa2 anak anda ikut mati.

Sulit memang untuk tidak mengintervensi,
Ketika melihat anak sendiri susah, sakit dan sedih.

Apalagi menjadi orangtua, insting pertama adalah melindungi,
Jadi melatih AQ ini adalah ujian kita sendiri juga sebagai orangtua.

Tapi sadarilah,
hidup tidaklah mudah,
masalah akan selalu ada.
Dan mereka harus bisa bertahan.
Melewati hujan, badai, dan kesulitan,
yang kadang tidak bisa dihindari.

_Selamat berjuang untuk mencetak pribadi yg kokoh dan mandiri_

HR Rasuna Said, Siapakah?

*HR RASUNA SAID, Pejuang Perempuan Pertama Yang Dipenjara Kena Delik UU ITE Pemerintah Kolonial Belanda*

Rabu 22 Januari 2020

Siapa diantara kalian yang baru engeh ternyata *HR RASUNA SAID* itu perempuan?

HR itu singkatan dari HAJJAH RANGKAYO asli orang Maninjau Agam Sumatera Barat.

Hajjah Rangkayo Rasuna Said (lahir di Maninjau, Agam, Sumatra Barat, 14 September 1910 – meninggal di Jakarta, 2 November 1965 pada umur 55 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia dan juga merupakan pahlawan nasional Indonesia.

Dalam perjuangannya ia dikenal lantang bersuara, seorang orator, pandai berpidato, dan karenanya ia perempuan pertama yang kena delik "UU ITE" pemerintah kolonial Belanda.

Ia juga seorang jurnalis dengan tulisan-tulisannya yang tajam. Ia memimpin majalah yang dikenal radikal.

_Berikut selengkapnya..._

*Kehidupan awal*

H.R. Rasuna Said dilahirkan pada 14 September 1910, di Desa Panyinggahan, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Ia merupakan keturunan bangsawan Minang. Ayahnya bernama Muhamad Said, seorang saudagar Minangkabau dan bekas aktivis pergerakan.

Setelah menamatkan jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD), Rasuna Said remaja dikirimkan sang ayah untuk melanjutkan pendidikan di pesantren *Ar-Rasyidiyah*. Saat itu, ia merupakan satu-satunya santri perempuan. Ia dikenal sebagai sosok yang pandai, cerdas, dan pemberani. Rasuna Said kemudian melanjutkan pendidikan di Diniyah Putri Padang Panjang, dan bertemu dengan *Rahmah El Yunusiyyah,* seorang tokoh gerakan Thawalib. Gerakan Thawalib adalah gerakan yang dibangun kaum reformis Islam di Sumatra Barat.

Rasuna Said sangatlah memperhatikan kemajuan dan pendidikan kaum wanita, ia sempat mengajar di Diniyah Putri sebagai guru. Namun pada tahun 1930, Rasuna Said berhenti mengajar karena memiliki pandangan bahwa kemajuan kaum wanita tidak hanya bisa didapat dengan mendirikan sekolah, tetapi harus disertai perjuangan politik. Rasuna Said kemudian mendalami agama pada Haji Rasul atau Dr H Abdul Karim Amrullah yang mengajarkan pentingnya pembaharuan pemikiran Islam dan kebebasan berfikir yang nantinya banyak mempengaruhi pandangan Rasuna Said.

*Perjuangan politik*

Awal perjuangan politik Rasuna Said dimulai dengan beraktivitas di Sarekat Rakyat (SR) sebagai Sekretaris cabang. Rasuna Said kemudian juga bergabung dengan Soematra Thawalib dan mendirikan Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI) di Bukittinggi pada tahun 1930. Rasuna Said juga ikut mengajar di sekolah-sekolah yang didirikan PERMI dan kemudian mendirikan Sekolah Thawalib di Padang, dan memimpin Kursus Putri dan Normal Kursus di Bukittinggi.

Rasuna Said sangat mahir dalam berpidato mengecam pemerintahan Belanda. Rasuna Said juga tercatat sebagai wanita pertama yang terkena hukum Speek Delict, yaitu hukum kolonial Belanda yang menyatakan bahwa siapapun dapat dihukum karena berbicara menentang Belanda.

Rasuna Said sempat ditangkap bersama teman seperjuangannya Rasimah Ismail, dan dipenjara pada tahun 1932 di Semarang. Setelah keluar dari penjara, Rasuna Said meneruskan pendidikannya di Islamic College pimpinan KH Mochtar Jahja dan Dr Kusuma Atmaja.

*Jurnalis*

Rasuna Said dikenal dengan tulisan-tulisannya yang tajam. Pada tahun 1935 Rasuna menjadi pemimpin redaksi di sebuah majalah, Raya. Majalah ini dikenal radikal, bahkan tercatat menjadi tonggak perlawanan di Sumatra Barat. Polisi rahasia Belanda (PID) pun mempersempit ruang gerak Rasuna dan kawan-kawan. Sedangkan tokoh-tokoh PERMI yang diharapkan berdiri melawan tindakan kolonial ini, justru tidak bisa berbuat apapun. Rasuna sangat kecewa. Ia pun memilih pindah ke Medan, Sumatra Utara.

Pada tahun 1937, di Medan, Rasuna mendirikan perguruan putri. Untuk menyebar-luaskan gagasan-gagasannya, ia membuat majalah mingguan bernama Menara Poeteri. Slogan koran ini mirip dengan slogan Bung Karno, "Ini dadaku, mana dadamu". Koran ini banyak berbicara soal perempuan. Meski begitu, sasaran pokoknya adalah memasukkan kesadaran pergerakan, yaitu antikolonialisme, di tengah-tengah kaum perempuan. Rasuna Said mengasuh rubrik "Pojok". Ia sering menggunakan nama samaran: Seliguri, yang konon kabarnya merupakan nama sebuah bunga. Tulisan-tulisan Rasuna dikenal tajam, kupasannya mengena sasaran, dan selalu mengambil sikap lantang antikolonial.

Sebuah koran di Surabaya, Penyebar Semangat, pernah menulis perihal Menara Poetri ini, "Di Medan ada sebuah surat kabar bernama Menara Poetri; isinya dimaksudkan untuk jagad keputrian. Bahasanya bagus, dipimpin oleh Rangkayo Rasuna Said, seorang putri yang pernah masuk penjara karena berkorban untuk pergerakan nasional."

*Setelah kemerdekaan*

Setelah kemerdekaan Indonesia, Rasuna Said aktif di Badan Penerangan Pemuda Indonesia dan Komite Nasional Indonesia. Rasuna Said duduk dalam Dewan Perwakilan Sumatra mewakili daerah Sumatra Barat setelah Proklamasi Kemerdekaan. Ia diangkat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR RIS), kemudian menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung setelah Dekret Presiden 5 Juli 1959 sampai akhir hayatnya.

Ia wafat akibat penyakit kanker darah pada tanggal 2 November 1965 di Jakarta.

Rasuna Said diangkat sebagai salah satu Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 084/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974.

Namanya sekarang diabadikan sebagai salah satu nama jalan protokol di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, serta di daerah asalnya di Padang, Sumatra Barat.

[]

Sumber:
https://www.2019gantipresiden.org/2020/01/hr-rasuna-said-pejuang-perempuan.html?m=1

Asu ransi

Bagi yang belum tau, 50 trilyun itu nulisnya begini: 50.000.000.000.000!! Dan itu duit semua.. pertanyaanya, duitnya kemana?

Analisa sederhana begini:
✔️Duit premi peserta asuransi yang dibayarkan tiap bulan, setelah dipotong untuk komisi agen, baru dibelikan produk-produk saham yang dianggap menguntungkan.
.
✔️Sahamnya yang dianggap bisa memberikan keuntungan minimal 10% perbulan. Ada yang nyebut saham gorengan.. high risk-high return. Untung gede girang, rugi besar jantungan... duer!! Unsur gharar (ketidakpastian) dan judi (maisir) sangat besar. Sekali duit nasabah masuk disana, siap dapat duit gede buat bayar klaim asuransi, atau sebaliknya.. zonk, rugi besar dan duit nasabah hilang.. tak berbekas, digondol demit.. meninggalkan grafik saham yang turun sambil nangis sesenggukan.

Pertanyaannya, kita ditawari untuk berlindung pada asuransi, tapi perusahaan asuransi tidak bisa melindungi dirinya sendiri.. terus piye? Gimana?
Jadi inget, dulu tiap bulan saya bayar selama 8 tahun, gak pernah klaim apapun, pas dicairkan cuma bisa mringisss... duitnya malah tipiss.

“Asuransi terbaik terus apa mas?”
Jawab:
Asuransinya yang bukan buatan manusia, tapi asuransi-nya milik ALLAH langsung... S.E.D.E.K.A.H!

Pesan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam: “Sedekah akan menjauhkan bala, mendatangkan rezeki, menyembuhkan penyakit, dan memanjangkan umur”

Masya ALLAH

“Bayar preminya kemana mas?”
Jawab:
Bayar kapan saja, gak harus bulanan.
✔️lewat makanan dan minuman untuk  duafa.
✔️lewat biaya sekolah anak-anak yatim.
✔️lewat listrik masjid dan mushola yang dibayarkan.
✔️lewat uang untuk berobat tetangga yang sakit.
✔️lewat membayarkan utang orang miskin yang kekurangan makan.
✔️lewat sepatu-sepatu baru yang membuat tersenyum anak-anak di panti asuhan.
✔️lewat nasi bungkus yang tiap jumat dibagikan.
✔️lewat peluang-peluangan kebaikan lain yang tiap hari kita temukan.

Itulah asuransi terbaik..!

Ketika agen asuransi menawarkan produk dengan alasan “sedia payung sebelum hujan”

Maka sebagai seorang muslim kita harus bisa menjawab:
“Saya punya Tuhan, dan saya boleh berdoa lewat amalan agar tidak jadi hujan, atau jikapun hujan adalah hujan yang penuh keberkahan..”

Demikian🤗

-Saptuari Sugiharto-

Kisah Nyata

*Kisah Nyata: Mualaf di Persimpangan Syariat-Nya*

By: _*Irene Radjiman*_

Beberapa bulan yang lalu saya mendapat email dari salah seorang sahabat saya. Dia juga seorang mualaf sama seperti saya, Sharen namanya. Dulu Kami bertemu di sebuah lembaga pelatihan pramugari di Jogja.

Sharen mahasiswi Atmajaya, gadis cantik keturunan Tionghoa. Kalau mau banding-bandingkan kecantikan dengan Sharen, saya mending tutup muka. _Udah_ pasti kalah _jaaauuhhh_.

Sharen, si gadis Tionghoa ini bukan hanya fasih bahasa Mandarin tapi juga fasih bahasa Inggris dan bahasa Jawa. maklum Cina Semarang.

Kami sama-sama pramugari waktu itu, bedanya Sharen lebih dahulu diterima jadi pramugari reguler Garuda Indonesia, sementara saya cukup puas di Airline swasta.

Satu tahun terbang, Sharen resign untuk menikah dengan seorang pengusaha muslim. Di situlah awal dia menjadi mualaf. Mereka tinggal di kawasan Menteng Jakarta. 1 tahun menikah Sharen dikaruniai anak. Namun malang, saat anaknya masih berusia 6 bulan, suaminya mengalami depresi berat karena usahanya bangkrut. Terlilit utang ratusan juta. Suaminya stress berat nyaris gila, sehingga tidak mungkin menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami sebagai tulang punggung yang menafkahi.

Sharen memutuskan untuk kembali terbang, _apply_ ke Saudi Arabia Airline dan alhamdulillah diterima. Dengan berat hati, dia harus titipkan anak semata wayangnya yang belum genap 1 tahun kepada ibu mertuanya untuk dirawat. Dia hanya bisa mengunjungi keluarganya paling tidak 1 tahun sekali. Sharen harus menetap di Saudi. Ia tegarkan hati, demi melunasi utang-utang suaminya, kebutuhan rumah tangga, termasuk biaya pengobatan suaminya.

10 tahun Sharen bekerja sebagai pramugari Saudi, alhamdulillah suaminya sudah pulih dan sudah mulai bangkit kembali sebagai pengusaha. Usaha suaminya kini maju dengan pesatnya. Sharen pun resign.

*Ini tulisan Sharen dalam emailnya untuk saya*:

_Dear Irene_

_Assalamualaikum wr wb_.

Semoga Irene sekeluarga selalu dalam keberkahan Allah SWT.

Aku tidak tahu tiba-tiba teringat denganmu. Dulu kita sering berkirim kabar melalui Yahoo Messenger. Tapi tiba-tiba terputus karena kesibukan kita masing-masing. Untunglah aku masih menyimpan emailmu ini. Semoga email ini terbaca olehmu.

Irene aku butuh teman. Aku tidak tahu harus bicara pada siapa dan aku juga tidak tahu harus bagaimana. Mungkin karena kita sama-sama mualaf, maka entah mengapa tiba-tiba aku mencari emailmu.

3 tahun terakhir ini adalah masa-masa bahagiaku. Aku sudah punya baby lagi berusia 1 tahun, alhamdulillah. Dia perempuan. Lengkap sudah aku memiliki 1 arjuna dan 1 srikandi. Kembali berkumpul bersama anak-anakku, suamiku, keluargaku.

Alhamdulillah 10 tahun perjuanganku di Saudi tidak sia-sia. Suamiku sudah kembali pulih, bahkan usahanya kini semakin pesat. Suamiku juga aktif mengikuti kegiatan pengajian.

Irene, 1 minggu yang lalu suamiku bicara padaku, dia akan berpoligami dengan seorang hafizhah bernama Azizah, gadis berusia 25 tahun.

Irene, kumohon jangan hakimi aku dulu dengan setiap dalil syariat Allah. Aku berharap sebagai sesama wanita kau bisa memahami yang aku rasa. Bila ia menginginkan istri seorang hafizhah, mengapa dia dulu menikahiku yang seorang Katolik?

Irene, mohon doakan aku agar aku tetap istiqamah dalam keyakinanku. Dan mohon doakan aku, agar aku tidak pernah merasa menyesal telah mengenal agama ini.

Mohon balas emailku bila tulisan ini sudah terbaca olehmu.

_Wassalamualaikum wr wb_

– Theresia Sharen Magdalena –

===================

Ada gemuruh di dalam dada usai membaca email Sharen. Aku tercenung cukup lama, tidak berani langsung membalas emailnya. Aku hanya khawatir bila langsung kubalas, maka yang tertulis hanyalah rasa seorang Irene yang justru ditakutkan akan menjadi pemberontakan pada syariat Allah.

*Tiga hari kudiamkan email Sharen. Hingga akhirnya kubalas emailnya*:

Dear Sharen

Semoga saat kau baca email ini, kau masih berkumpul bersama keluargamu dalam satu aqidah suci, Islam.

Sharen, aku rindu berjumpa denganmu. Rindu melihat mata sipitmu yang terpejam saat kau tertawa. Kuharap mata itu kini makin bercahaya dalam sinar terang bacaan ayat-ayat Alquran.

Sharen, Allah juga sedang rindu padamu. Allah ingin melihat kau tengadahkan berlama-lama tanganmu yang halus putih bersih itu.

Bila kau bisa mengingatku, sudahkah kau tumpahkan semua yang kau rasa pada Allah. Allah tidak akan menghakimimu dengan dalil-dalil-Nya. Allah akan menyentuh tanganmu yang menengadah pada-Nya. Tanyakan pada-Nya apa yang Dia inginkan darimu? Mintalah petunjuk pada-Nya. Bila poligami ini baik bagimu dan keluargamu maka Dia akan mampu membuatmu ikhlas menerimanya. Namun bila poligami ini kelak tidak mendatangkan kebaikan bagimu dan bagi keluargamu, mintalah agar prahara itu segera menjauh darimu.

Sharen, kita sudah berjalan dari gelap menuju terang. Janganlah lagi menoleh ke belakang dan berhasrat kembali pada kegelapan, hanya karena di dalam terang kita melihat ada jalan berlubang. Ingatlah selalu syariat Allah tidak pernah salah.

Doaku selalu untukmu

_Wassalamualaikum wr wb_.

===================

Wahai para suami, kami para istri tahu syariat poligami. Kami tahu hukum poligami adalah sunah bagi yang mampu. Tapi saat ada seorang istri yang belum mampu menerima poligami, janganlah kau _judge_ dia melawan syariat Allah. Janganlah kau _judge_ dia mengharamkan poligami.

Durian adalah buah yang dihalalkan, bila ada yang tidak menyukai durian, janganlah kau _judge_ dia mengharamkan durian. Periksalah dulu dirimu, begitu banyak sunah yang disyariatkan, sudahkah mampu kau jalankan semua? Sehingga kau merasa perlu menyuguhkan poligami bagi istrimu?

Terkhusus bagi kalian yang memiliki istri seorang mualaf. Insya Allah dengan hijrahnya istrimu, Surga sudah ada di tanganmu. Kewajibanmu adalah menjaganya agar tetap istiqamah menuju muslimah yang _kaffah_. Biarkan ia berproses menuju keikhlasannya dalam berhijrah. Lihatlah, betapa mengerikan kalimat terakhir dari email Sharen: _*“Doakan aku agar aku tidak menyesal telah mengenal agama ini.”*_

*Semua butuh proses*

Wahai para istri, satu hal yang perlu diingat, “suamimu bukanlah milikmu, dia milik Allah” Janganlah berlebihan mencintainya hingga membuat Allah cemburu. Ini sangat sulit, tak semudah mengetikkan kata-katanya. Saya sangat memahami, karena saya seorang wanita. Datanglah pada Allah, sujud menangis dan curhatlah di hadapan Allah saat kau merasa terabaikan semua yang telah kau lakukan dengan segenap hati dan jiwamu.

Bagi kalian wahai para wanita yang telah mampu memiliki hati seluas samudera, telah mampu ikhlas hidup dalam bahtera poligami, janganlah kau _judge_ wanita lain yang belum mampu sebagai wanita yang membangkang syariat Allah. Karena bisa jadi tanpa kau tahu dia telah melalui perjuangan yang bisa jadi lebih dahsyat dibandingkan dirimu.

Apakah Aisyah lebih baik dari Siti Khadijah yang seumur hidupnya tidak pernah dimadu oleh Rasulullah? Apakah para istri sahabat Rasulullah lebih _kaffah_ dibanding Fatimah binti Nabi Muhammad SAW, yang seumur hidupnya tidak pernah dimadu oleh Ali bin Abu Thalib?

Walau memang jamu itu terasa pahit tapi menyehatkan, dibandingkan gula yang manis tapi menyebabkan penyakit.

Kalo bisa sih pilih madu, manis, enak dan menyehatkan.

*Tapi, siapkah dimadu?*

_Barusan_ saya sudah dapat balasan email dari Sharen setelah dua bulan lebih saya menunggu. Alhamdulillah, sahabat saya masih istiqamah di dalam Islam.

Seperti apa balasan email Sharen? saya share di status berikutnya. Kepanjangan _kalo_ disambung di sini.

Mohon doakan sahabat saya agar tetap istiqamah di dalam Islam.

_Wassalam_.

========

Lebih dari dua bulan aku menunggu balasan email dari Sharen. Apa kabarmu Sharenku? Masihkah kau istiqamah di dalam Islam.

Entah mengapa aku gelisah. Ada rasa khawatir. Kucari sosmednya. Tidak ketemu. Duh mengapa Sharen tidak meninggalkan WA di dalam emailnya?

Akhirnya yang kulakukan hanya menunggu dan berdoa untuknya.

Saat aku merasa tak kuasa lagi menunggu, aku butuh dukungan saudara-saudariku seaqidah yang lain. Mohon maaf Sharen tanpa bertanya terlebih dahulu, aku share permasalahanmu. Aku berharap banyak doa terucap untuk mengetuk pintu langit bagimu.

*Tepat saat aku akan mengakhiri statusku, notification email berbunyi. Subhanallah, Sharen!*

====================

Dear Irene

Assalamualaikum wr wb.

Irene, terima kasih atas balasan emailmu. Apa kabarmu hari ini? Kamu pasti sedang memikirkan aku kan?

Berkat doamu kini aku lebih bahagia. Alhamdulillah.

Ketahuilah Irene, saat aku menulis email padamu, aku sudah mengajukan gugatan cerai untuk suamiku. Tiga hari kemudian kubaca emailmu. Isi emailmu hampir sama dengan tanggapan seorang ustadzah yang juga mualaf.

Saat itu, sejujurnya aku masih dalam kondisi marah pada Allah. Aku merasa Allah banyak meminta dari hidupku. Aku mulai berhitung setiap sedekah, amal ibadah yang telah kulakukan untuk keluargaku khususnya suamiku.

Ibu mertuaku yang sangat menyayangiku itu setiap malam menangis membujukku untuk mencabut gugatan ceraiku.

Aku gamang, aku bingung. Hingga akhirnya di 1/3 malam dimana seharusnya manusia bermunajat kepada Rabbnya, namun aku justru menumpahkan kekesalanku pada Tuhanku.

*“Apalagi yang kau inginkan dariku ya Allah!!!!!”*

“Mengapa bencana ini Kau hadirkan untukku? Bila Kau adalah Zat Yang Maha Penyayang, seharusnya Kau adalah Zat Yang Maha Perasa. Tidakkah kau bisa merasakan apa yang kurasakan? Hingga Kau turunkan syariat poligami untuk menghukumku?”

_Naudzubillah_…. doakan aku, Allah mengampuni dosaku di malam itu.
Aku tertidur. Sedikit lega rasa hatiku. Esok malamnya kuulangi lagi tengadahkan tanganku di 1/3 malam memohon ampunan karena entah mengapa tiba-tiba datang rasa bersalah. Kemudian aku mencoba saranmu. Satu minggu aku terlibat diskusi dengan Allah.

Hingga suatu hari dengan lantangnya ibu mertuaku mengatakan satu hal pada suamiku, “Pras, bila kamu tetap ingin menikahi gadis itu, pergi kamu dari rumah ini! Biarkan mama bersama Sharen dan anak-anakmu di rumah ini. Mama malu memiliki anak yang tidak tahu diri seperti kamu!”

Aku keluar dari kamarku. Ibu mertuaku langsung memelukku. “Kamu jangan pergi Sharen, biarkan Pras yang pergi. Dia tidak pantas menjadi suamimu. Maafkan mama yang telah gagal mendidik Pras menjadi laki-laki yang tahu diri.”

Aku hanya menangis dalam diam. Suamiku pun hanya menunduk diam.

Malam itu kami bertiga (aku, ibu mertuaku dan suamiku) berdiskusi.

“Baiklah ma, aku tidak akan menikahi Azizah, bila itu hanya akan membuat mama dan Sharen tersakiti. Aku sangat menyayangi kalian. Maafkan aku” suamiku memeluk kami berdua.

Aku lega, kupikir inilah jawaban dari Allah atas diskusi panjang di atas sajadahku di tiap 1/3 malam.

Namun ternyata aku salah.

Esok malamnya ba’da isya, Azizah datang ke rumahku bersama kedua orang tuanya.

Pada malam itu aku tahu, ternyata bukan suamiku yang ingin menikahi Azizah, tetapi ayah Azizah yang merupakan teman pengajian suamiku yang meminta suamiku untuk meminang anaknya. Malam itu jelas kutatap wajah Azizah. Azizah, semula kupikir dia adalah gadis belia yang cantik dengan segala pesona yang menggairahkan mata lelaki termasuk suamiku, ternyata sangat jauh dari itu. Dia gadis lugu yang selalu menundukkan kepala. Ada keteduhan di wajahnya.

Di malam itu aku tahu, Azizah memiliki miom yang akan segera dioperasi dan dokter mengatakan 90% Azizah tidak akan mampu memberikan keturunan bagi suaminya. Sudah 3 orang pemuda lajang membatalkan khitbahnya setelah mengetahui kondisi Azizah. Entah mengapa ayah Azizah memiliki trust pada suamiku.

Kudekati suamiku dan kutanya, “Kenapa mas gak pernah cerita ini sebelumnya padaku?”

Suamiku menjawab, “Karena aku tidak mau kamu menganggapnya sebagai modus”

Kudekati ibu mertuaku, “Mama, kumohon terimalah Azizah menjadi bagian dari keluarga kita. Aku ikhlas menerimanya sebagai adik maduku.”

Azizah dan ibunya nyaris tersungkur di kakiku, namun aku cegah. Kupeluk Azizah dan kukatakan, “Kau akan menjadi saudariku.”

Suamiku terperangah menyaksikan semua itu. “Kamu yakin telah ikhlas dengan keputusanmu sayang?”

“Iya mas. Nikahi dia. Dia akan menjadi bagian dari keluarga kita.” Jawabku mantap.

Suamiku terlihat masih ragu. Aku tersenyum, “Aku akan mencabut gugatan ceraiku besok.”

Alhamdulillah, seisi rumah mengucapkan hamdalah.

Dan sudah 1 bulan ini suamiku menikah dengan Azizah. Kami tinggal 1 rumah. Kurasa tak masalah, rumah kami sangat besar.

Tahukah kamu Irene, bisnis suamiku makin pesat. Kini suamiku lebih sering melibatkan aku dalam bisnisnya. Aku yang tadinya hanya di rumah mengurus rumah, kini lebih sering bersama suami untuk menangani bisnis. Anak-anakku di rumah bersama ummi Azizah (begitulah mereka memanggilnya).

Di saat tetangga kami harus membayar 5-6jt untuk seorang baby sitter, anak-anakku justru dibimbing oleh seorang hafizhah.

Tahukah Irene, anakku yang pertama sudah hafal 1 juz dalam 1 bulan selama ada Azizah. Setiap malam mereka mengaji dibimbing oleh umminya. Bayangkan bila suatu saat Arjunaku menjadi hafizh melalui pendidikan dari dalam rumah kami sendiri.

*“Maka nikmat Tuhanmu mana lagi yang kau dustakan.”*

Irene, terima kasih telah menjadi sahabatku di dunia dan di akhirat. Andai saat itu kuturuti amarahku meneruskan gugatan cerai pada suamiku, aku pasti tidak akan pernah merasakan kebahagiaan ini.

Ini pelajaran poligami yang langsung Allah ajarkan padaku. Selama ini aku berpikir poligami adalah syariat yang tidak paham pada perasaan wanita. Karena aku tidak pernah bisa menerima saat istri sedang sakit suami justru berpoligami, seakan nafsu lelaki lebih pantas untuk dilindungi. Namun ternyata kini Allah justru memilihku menjadi orang yang menjalankan poligami sebagai solusi. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana nasib gadis seperti Azizah bila tidak ada syariat poligami. Haruskah menjalani kesendirian dalam hidupnya hanya karena vonis dokter tidak mampu memberikan keturunan?

Semula kupikir ink hukuman Allah bagiku. Namun ternyata Allah sedang menyanjungku.

Irene, sudah dulu yaaa suatu saat kau harus mengenal Azizahku.

Kumohon doakan kami agar selalu menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Kumohon juga, doakan Azizahku agar Allah berkenan menyembuhkan miomnya sehingga tidak perlu menjalani operasi dan ia bisa memberikan keturunan untuk suamiku. _Aamiin_.

Bulan depan kami bertiga akan umrah untuk meminta kesembuhan bagi Azizah. Doakan kami yaaa….

_Wassalamualaikum wr wb_

Theresia Sharen Magdalena

================

*Poligami tetaplah syariat yang benar*.

Bila banyak kasus poligami yang justru menghancurkan rumah tangga, ini karena pelakunya yang gagal paham pada syariat.

Wahai suami, kalian memang memiliki hak untuk berpoligami. Namun hak ini tidak lantas digunakan suka-suka kalian dan sesuai hawa nafsu kalian. Berdiskusilah pada Allah, apa maksud Allah mempertemukanmu dengan wanita lain. Bukan langsung menggunakan hak veto mu dengan ke-sok tahuanmu dan lantang menggunakan dalil-dalil dengan berkata, “Ini syariat yang dihalalkan Allah dan kau istri harus menerimanya. Bila tidak bersedia menerima artinya kalian telah mengingkari salah satu syariat Allah!”

Wahai istri, wanita dengan segala rasa, janganlah cepat meradang saat mendengar kata poligami. Jangan berdebat sesuai nafsumu. Cintailah Allah lebih dari kau mencintai suamimu. Ingatlah syariat Allah tidak pernah salah. Poligami bukanlah kenikmatan tambahan bagi laki-laki, namun tambahan tanggung jawab bagi laki-laki.

Wahai para suami dan para istri, libatkan selalu Allah dalam setiap galaumu. Sehingga kita terhindar dari sikap gagal paham yang sok tahu (#SelfReminder)

Untukmu Theresia Sharen Magdalena. Kau bukan hanya rupawan, namun hatimu juga sangat menawan. Kau laksana Ibrahim yang menerima perintah Allah untuk menyembelih anak sulungnya dengan ikhlas.

_Sami’naa wa atha’naa_.

_May you’re one of the best woman in heaven_.

Mohon doa untuk Sharen sekeluarga dan mohon doa untuk kesembuhan Azizah.

_Wassalam_

Fitrah tak Tuntas, Pernikahan terancam Kandas

Tingkat perceraian di Indonesia sungguh mengerikan, yaitu 300.000 lebih pertahun, itu artinya kurang lebih 960an per hari, atau 36 lebih kasus per jam. Penyebabnya beragam, namun umumnya karena banyak fitrah yang tak tuntas ketika masa anak dan masa muda sebelum pernikahan. Nah ledakannya terjadi di dalam pernikahan.

Barangkali banyak orangtua yang masih memuja akademis dalam pendidikan anak anaknya, masih memuja mengasah otak dan melejitkan kecerdasan anak anaknya, namun sayangnya, kebahagiaan masa depan anak anak kita bukan tentang banyaknya pengetahuan yang dihafal atau kecerdasan otak yang diasah, atau keterampilan bekerja yang dilatih keras, namun tentang bagaimana potensi potensi yang Allah berikan sejak lahir itu tumbuh dengan hebat dan paripurna sehingga bahagia. Bukan tentang apa yang nampak terlihat, tetapi tentang apa yang memberi dampak hebat.

Ketahuilah bahwa fitrah yang tak tumbuh dengan paripurna dan tuntas sejak masa anak, ledakan hebatnya juatru muncul ketika masa pernikahan karena di masa inilah kita hidup bersama pasangan dan memerlukan sinergi dalam peran bersama baik dalam mendidik generasi maupun dalam mewujudkanperan spesifik keluarga yang memberi manfaat dan menebar rahmat. Bayangkan kira kira apa yang terjadi ketika banyak fitrah yang tak tumbuh tuntas ketika seseorang menikah? Masa pernikahan yang seharusnya masa bersinerginya potensi fitrah, jadi masa saling menyalahkan.

Lihatlah, betapa banyak keluarga yang mengalami kepribadian ganda, mereka beragama, namun tak beraqidah, mereka tahu ilmu agama namun galau karena gairah keimanan tak tumbuh menjadi wujud keluarga yang berani membela kebenaran, malah sebaliknya, rajin haji dan umroh, rajin zakat dan sedekah namun juga rajin korupsi dan manipulasi. Uang uang haram itu tidak dianggap lagi sebagai dosa, namun sebagai bagian dari upaya dan usaha dalam bingkai indah untuk membangun ummat, lalu mereka makan dan beri makan anak anaknya. Akankah keluarga seperti ini bahagia? Hidup senang barangkali iya, namun bahagia itu tidak bisa pura pura, ia bicara nurani yang tak dapat ditipu oleh pemiliknya.

Lihatlah pasangan yang galau karena fitrah bakatnya tak tumbuh tuntas paripurna. Berapa banyak ayah karir atau ibu karir yang salah karir, salah kuliah dstnya mereka tak tahu peran sejatinya dalam bisnisnya atau sosialnya, mereka hanya bekerja karena mengejar ambisi dan harta walau membingkai dengan ucapan agar keluarga bahagia. Namun kenyataannya mereka nampak lebih layak disebut tersesat dan tidak bahagia ketika mencari kebahagiaan, walau bergelimang harta maupun bergelimang hutang. Ayah karir dan ibu karir yang tak bahagia dan tak selesai dengan dirinya dan dengan karirnya maka akan sulit menjalani biduk pernikahannya. Mereka akan menjalani rutinitas yang menjemukan, liburan dan vakansi hanyalah sarana mengentaskan stress berkarir atau kesenangan semu bukan merajut peran, menjalin cinta dan kebersamaan untuk masa depan yang penuh manfaat dan rahmat.

Lihatlah pasangan yang menjadikan gelar gelar akademis sebagai kebanggaan dan prestise tanpa karya solutif, mereka tiba di masyarakat bagai orang yang mati. Fitrah Belajar dan Bernalarnya tak tumbuh paripurna menjadi peran inovasi untuk memakmurkan bumi dan menghebatkan alam tempat dimana ia dilahirkan. Kepandaian dan titelnya hanya untuk dijajakan dan untuk kesenangan dirinya, menaikkan pamor dan mencari uang, bukan untuk menjadikan keluarganya semakin inovatif menebar manfaat dan rahmat bagi semesta. Skripsi dan tesis bahkan disertasinya hanya pencapaian ambisi namun tanpa makna, kosong dari karya inovatif bagi masyarakat. Ilmu dan kepintarannya tidak dijadikan alat untuk semakin pandai mendidik anak dan jalan menemukan peran terbaik keluarga bahkan membuat semakin tak kenal dirinya dan membuat hubungan dengan pasangan dan anaknya makin menjauh dan kering.

Lihatlah pasangan yang gagap menjadi ayah atau gagap menjadi ibu. Ini bukan masalah kurang ilmu, namun sesungguhnya fitrah seksualitas mereka tak tumbuh tuntas paripurna, sementara mereka ragu menyambut fitrah kelelakiannya untuk menjadi suami dan ayah sejati atau ragu menyambut fitrah keperempuanannya menjadi istri atau bu sejati. Mereka berkilah tentang buruknya pengasuhan mereka di masa anak, mereka bolak balik mengeluhkan innerchild dan hutang hutang pengasuhan dsbnya, namun mereka tetap tak berani menyambut panggilan untuk menjadi ayah sejati dan ibu sejati, atau panggilan untuk menjadi suami sejati dan istri sejati. Alih alih menyambut panggilan fitrah ini, banyak para orangtua lebih pandai menitipkan dan mensubkontrakkan peran mendidiknya. Keluarga yang kosong dari proses mendidik anak sendiri, ayah yang galau dengan peran keayahannya dan ibu yang galau dengan peran keibuannya, suami yang galau dengan perannya sebagai suami dan istri yang galau dengan perannya sebagai istri adalah keluarga yang berpeluang besar berpisah.

Lihatlah pasangan yang tak bisa berkolaborasi apalagi bersinergi, berebut perhatian dan ingin menang sendiri, berambisi merubah karakter bawaan pasangannya, sulit akur dalam menetapkan kebijakan keluarga dstnya, mereka sesungguhnya pasangan yang tak selesai dengan fitrah individualitasnya atau egonya ketika masa anak anak. Ego yang tak selesai kemudian menuntut haknya ketika dewasa, padahal di saat dewasa itulah saatnya menunaikan kewajiban sosialitasnya. Maka di dalam pernikahan, ego yang tak selesai ini berubah menjadi keegoisan yang berujung kepada perceraian. Masing masing mereka sebenarnya tak siap memimpin dan tak siap terpimpin. Kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang paling akhir mendapatkan haknya, setelah menuntaskan kewajiban dan tanggungjawabnya.

Maka AyahBunda yang baik,

Mari fokus saja untuk saling mendukung untuk menumbuhkan atau mengembalikan cahaya fitrah pasangan masing masing, agar cahaya itu mengusir kegelapan, agar pernikahan itu menjadi cahaya yang menerangi sekitarnya.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah
#fitrahbasedlife

Makan Buah

*MAKAN BUAH SAAT PERUT KOSONG*

Dokter STEPHEN MAK merawat pasien kanker stadium akhir dengan cara unik. Banyak pasiennya sembuh. "Ini merupakan strategi saya untuk menyembuhkan kanker. Tingkat keberhasilannya 80 persen," tegas Mak.

Pasien kanker seharusnya tidak mati. Terapi anti kanker sudah ditemukan yakni makanlah buah-buahan saat perut kosong atau sangat lapar. "Saya mohon maaf kepada ratusan pasien kanker yang telah meninggal akibat pengobatan konvensional," pungkasnya.

TIPS MAKAN BUAH yang TEPAT

*Hindarilah* makan buah setelah makan nasi dan lauk. Cara ini sangat dilarang atau 'haram,' jikalau Anda ingin bebas dari serangan kanker dan penyakit mematikan lainnya.

Jika Anda makan buah saat perut kosong, maka detoksifikasi sistem tubuh Anda meningkat berkali-kali lipat. Problem kelebihan berat badan dan penyakit mematikan lainnya teratasi.

DAHSYATnya BUAH-BUAHAN

Jika Anda makan nasi, lalu menyusul buah, maka buah dicegah oleh nasi sebelum menuju usus. Nasi dan buah membusuk, berfermentasi, dan berubah menjadi asam. Tubuh yang sangat asam penyebab kanker dan penyakit mematikan lainnya.

Saat buah bersentuhan dengan nasi di usus, maka seluruh massa nasi perlahan rusak. Jadi, silakan makan buah saat perut kosong atau sebelum makan nasi dan lauk.

EFEK SALAH MAKAN BUAH

Mungkin Anda pernah mendengar keluhan yakni setiap kali makan semangka, ada orang menderita sendawa, ketika makan durian perutnya kembung, ketika makan pisang rasanya segera ke toilet, dan lainnya. Kondisi ini tidak bakal terjadi, jikalau Anda makan buah apa saja saat perut kosong. Karena buah-buahnya bercampur dengan pembusukan makanan lain, sehingga menghasilkan gas dalam usus.

Rambut uban, rambut rontok, botak, gugup, dan lingkaran hitam di bawah mata tidak akan terjadi, jikalau Anda makan buah saat perut kosong.

"Jeruk dan lemon bersifat asam, tetapi menjadi alkalin (basa) di dalam tubuh, jikalau dimakan saat perut kosong," ulas dokter HERBERT SHELTON yang melakukan riset khusus tentang asam basa tubuh.

BUAH UMUR PANJANG dan SEHAT

Jika Anda menguasai cara makan buah yang benar, maka Anda memiliki rahasia keindahan tubuh, umur panjang, kesehatan, vitalitas, kebahagiaan, dan berat badan ideal.

BAHAYA BUAH yang DIPANASKAN atau DIMASAK

Saat Anda minum jus buah, minumlah jus buah segar, bukan dari kemasan kaleng, bungkusan, atau botol.

Jangan minum jus yang dipanaskan. Jangan makan buah yang dimasak, karena semua nutrisi sudah hilang. Anda hanya mendapatkan rasanya saja. Memasak buah-buahan akan menghancurkan semua vitamin yang ada dalam buah. Makan buah utuh lebih baik dari pada minum jus.

Jika pun Anda minum jus buah segar, minumlah dengan perlahan, karena Anda harus membiarkannya bercampur dengan air liur (ensim di mulut) sebelum menelannya.

TERAPI BUAH TIGA HARI BERTURUT-TURUT tanpa NASI dan LAUK

*Silahkan* Anda coba mengkonsumsi buah selama 3 hari berturut-turut untuk membersihkan semua racun (detoksifikasi) di tubuhnya---hanya makan buah dan minum jus buah segar selama 3 hari berturut-turut tanpa makan nasi dan lauk. Teman-teman Anda akan melihat Anda lebih segar, cantik, dan enerjik.

BAHAYA MINUM AIR DINGIN setelah MAKAN: PEMICU KANKER

Jika Anda *sering* minum *air dingin* (air es) setelah makan, maka tamatlah hidup Anda. Karena semua jenis kanker siap menghancurkan tubuh Anda.

Minum air es setelah makan sangatlah nikmat, tetapi sangatlah membawa sengsara. Air es mengentalkan semua makanan berminyak yang baru saja Anda makan. Akibatnya proses pencernaan menjadi sangat lambat. Usus akan sangat cepat rusak, karena memaksa kerjanya.

Lebih dari itu, makanan berlemak dan telah membeku akan melapisi dinding usus Anda, sehingga perlahan memicu kanker usus.

Tentu saja Anda akan semakin gemuk dan sekaligus perlahan menginap kanker ganas. Karena itu, minumlah sup hangat atau air hangat setelah makan.

Semakin Anda tahu, semakin besar peluang Anda untuk bertahan hidup, sehat, dan umur panjang tanpa biaya mahal.

Elly Risman - Parenting

Bismillahirrahmanirrahiim..
Kajian Parenting by Bunda Elly Risman, 29 September 2017 @Masjid Shallahudin, Puri Surya - Gedangan, Sidoarjo
"Membangun komunikasi dalam Keluarga"

✓ Komunikasi harus BBM
Baik - Benar - Menyenangkan

✓Tidak siap menjadi OrTu karena tidak menguasai :
- Tahapan perkembangan anak
- Bagaimana menguasai cara otak bekerja
Sehingga dapat berpengaruh pada
👧👦Kepribadian & masa depan anak👦👧

📢Kekeliruan dalam berKOMUNIKASI:
1. tergesa2
2. tidak kenal diri sendiri
3. Lupa bahwa setiap anak/individu unik
4. Tidak bs membedakan antara : kebutuhan & kemauan
5. Tidak membaca bahasa tubuh
6. Tidak mndengar perasaan
7. Kurang mendengar aktif
8. Memakai 12 Gaya Populer
9. Selalu menyampaikan pesan "kamu"
10. Tidak memisahkan masalah siapa

👉 12 Gaya Populer
1. Memerintah
2. Menyalahkan
3. Meremehkan
4. Membandingkan
5. Mencap/label
6. Mengancam
7. Menasehati
8. Membohongi
9. Menghibur
10. Mengritik
11. Menyindir
12. Menganalisa

👍👍Langkah-langkah agar merubah komunikasi yg baik dengan anak :
1. Turunkan frekuensi bicara
2. Tebak & baca bahasa tubuh
3. Dengarkan perasaan
4. Mendengar aktif
5. Hindari 12 Gaya Populer
6. Bedakan bicara dengan anak perempuan & anak laki2
7. Pahami kebutuhan & kemauan
8. Masalah siapa
9. Bekerjasama memecahkan masalah
10. Sampaikan pesan "saya"

🚦 Jika bicara pada anak, jangan lebih dari 15 kata dalam kalimat (nyerocos..tidak behenti2)
Maks.8 kata harus berhenti.

🚦 Jangan menasehati bila hati sedang bermasalah. Maksudnya beri jeda dahulu, agar hati si anak tenang, baru kita bicara.

🚦 Bila kekeliruan dalam berkomunikasi tadi terus menerus kita lakukan sampai anak sulung kita remaja, misalnya, maka suatu saat dia akan memberontak, atau malah tidak menghormati kita sbg orang tua & menyakiti kita.

🚦 Hati anak2 yang diperlakukan demikian , akan menjadi BLAST
B : Boring
L : Lonely
A : Angry, Afraid
S : Stress
T : Tired

🚦 Dan anak2 BLAST itu rawan sekali terpapar pornografi. Karena pornografi sekarang sudah menjadi industri & alat utk merusak anak2.

🚦 WASPADA bagi ortu yang punya ANAK LAKI-KALI. karena mereka adalah TARGET UTAMA 😭😭😭 WHY?
1. Anak laki2 cenderung bersifat "otak kiri"
2. Otak kiri lebih mudah fokus dan kuat
3. Testosteron lebih banyak terdapat pada anak laki2
4. Kemaluan anak laki2 berada diluar/menonjol, sehingga mudah distimulasi
... Astaghfirullahaladziim...😭😭

Semoga Allah senantiasa menuntun & membimbing kita, agar dapat mengasuh & menjadikan anak2 kita anak2 yang salih salihah, menjadi kunci surga bagi kita
Aamiin.. Allaahumma aamiin..

*Summarized by Aldila*

Berkisahlah

*_BERKISAHLAH_*

_⛔Bunda, Jika saat ini kau memiliki anak laki laki dan perempuan, jangan berikan ia dongeng putri salju...._
*_🌕Tapi berikan ia kisah Maryam Ibunda Nabi Isa alaihis salam, wanita langit yang mulia karena ia sangat menjaga kesucian dan kehormatannya_*

_⛔Jika saat ini kau punya anak laki laki dan perempuan, jangan berikan ia dongeng cinderela..._
*_🌕Tapi berikan ia kisah Khadijah rodhiyallahu anha yang menjadi wanita suci hingga ia disandingkan dengan lelaki paling mulia di muka bumi ini Rasulullah Shallahu 'alaihi wa sallam..._*

*🌺Berikan ia kisah bukan dongeng yang semata terlihat indah diawal, tampak menyenangkan di depan namun justru merusak jiwa dan ruh generasi kita..*

_⛔Jangan berikan ia dongeng malin kundang yang durhaka pada ibundanya....._
*_🌕Tapi berikan ia kisah Uwais AlQorni yang sangat setia berbakti pada ibundanya bahkan hingga akhir hayat sang ibu tercinta....._*

_⛔Jangan berikan ia dongeng kancil yang licik, ia mencuri timun petani..kancil melakukan dosa, namun kita anggap itu lucu dan biasa...._
*_🌕Berikan ia kisah Mahmud Gajah Abrahah yang menolak untuk menghancurkan Ka'bah karena ia takut pada Tuhannya....._*

_⛔Gantilah dongeng arjuna yang (katanya) rupawan_
*_🌕dengan kisah Nabi Yusuf Alaihis salam yang paling Tampan dan Rupawan tapi juga takutnya kepada Robnya luarbiasa..._*

_⛔Gantilah dongeng kura-kura dengan katak yg senantiasa bertasbih kepada pemilik-Nya ..._

_⛔Gantilah dongeng bangau dengan dg kisah burung ababil... .._

*_🌺Gantilah.. Gantilah........ dan gantilah......_*

*_🌺Bunda....._*
_Gantilah dongeng itu dengan kisah.._

_⛔Jangan berikan ia dongeng Ramayana yang menyesatkan akidah..._
*_🌕Namun berilah ia kisah Bilal bin Rabbah rodhiyallahu anhu yang memperjuangkan keimanannya biarpun maut taruhannya.._*

*Jangan berikan ia dongeng-dongeng dengan kesenangan yang semu, dengan kemuliaan yang semu..*
*🌺Namun berikan ia kisah nyata yang penuh hikmah..*

_⛔Jangan memulai harinya dengan sebuah kebohongan, karena dongeng adalah kebohongan yang direkayasa manusia._

*_🌕Mulailah harinya dengan kejujuran yaitu dengan berkisah, kisah nyata bukan rekayasa..._*

*🌺Ada sosok Rasullah shalallahu alaihi wa salam yang mulia, yang kisahnya memiliki ribuan hikmah..*
*🌺Yang membaca setiap lembar kisahnya akan memberikan pelajaran bagi kita bahkan bernilai ibadah..*
*_Karena Rosulullah shalallahu alaihi wa salam adalah AlQur'an yang berjalan......_*

_Jika masa kecil kita dipenuhi dengan dongeng hayalan.. Maka sudahilah.._ *_Cukup itu sampai pada diri kita saja.._*

_Biarkan anak kita tumbuh dengan kisah dan segeralah mulai berkisah.._

*_Bunda.....  Selamatkan akidahnya_*

*_Bunda....._*
*_Mulailah berkisah........_*
_Dan kisah tauladan untuk anak kita.._

*Jaga aqidahny*
*Jaga ibadahnya*
*Jaga ukhuwahnya*
*Jaga ahlaqnya*
*Jaga Islamnya sampai mati*

Sunnah Yang Nyunnah

Kalau kita ditanya apa arti *Sunnah*, pasti jawabannya _"kalau di kerjakan dpt pahala dan kalau tdk di kerjakan tdk apa²."_

Pdhl kalau kita mengerjakan _Shalat Sunnah Rawatib 12 rakaat_, Allah menjanjikan rumah di Surga. Bayangkan kalau kita mengerjakannya setiap hari..
_Yakin nih enggak apa² di tinggal?_

Kalau kita _Shalat Sunnah Fajar_, pahalanya lbh baik dari dunia dan seisinya..
_Yakin nih enggak apa² ditinggal?_

Seseorg yg _Shalat Tahajjud_, Allah mdhkan urusannya, doa²nya terkabul dan Allah angkat derajatnya ke tempat yg terpuji. Dijamin masuk Surga dan selamat dari adzab neraka dan dicatat sbg org yg berdzikir kpd Allah.
_Yakin nih enggak apa² ditinggal?_

Kalau kita _Shalat Dhuha 2 rakaat_, itu sdh mencukupi sedekah 360 persendian dan Allah jamin rezekinya. _Yakin nih enggak apa² ditinggal?_

Seseorg yg _Shalat ke Masjid_, tiap langkahnya diangkat satu derajat dan dihapuskan satu dosa sampai ia masuk Masjid. Apabila ia di dlm Masjid, akan dianggap mengerjakan Shalat selama menunggu hingga Shalat dilaksanakan, dan Malaikat terus mendoakannya.
_Yakin nih enggak apa² ditinggal?_

Saudaraku yg dirahmati Allah SWT

Utk urusan Sunnah, seharusnya mulai saat ini di mindset bkn lagi _"kalau di kerjakan dpt pahala, dan kalau tdk di kerjakan tdk apa²"_, tapi diganti menjadi _"kalau di kerjakan akan *"DAPAT UNTUNG BESAR"*, dan kalau tdk di kerjakan akan *"RUGI BESAR"*_.

Kata² _*"ah,.. itu cuma Sunnah"*_ adalah bisikan dari SETAN yang terus dihembuskan agar kita tidak melaksanakan amalan² tsb.
Saat inilah waktunya kita ber lomba² untuk menjadi orang yang bertaqwa, selagi kita masih hidup, karena *_"orang yang beriman belum tentu nilai taqwanya tinggi akan tetapi orang yang bertaqwa inshaa Alloh pasti dia imannya kuat"_*

Jangan lupa,  *KEMATIAN* terus bergerak mendekati kita dengan kecepatan 60 detik/menit tanpa jeda sedikitpun.
Kecepatan kita kembali kepada Allah SWT 3600 detik / jam,  sesuai dgn firman-Nya :

اِقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ  مُّعْرِضُوْنَ

*iqtaroba lin-naasi hisaabuhum wa hum fii ghoflatim mu'ridhuun*

"Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 1)

Ya Allah ya rabb jauhkanlah kami dari kelalaian dan jagalah kami agar tidak berpaling dari-Mu. Aamiin

Mari kita bertafakur
Ya Allah SWT berilah kami keberkahan Aamiin.
Mari kita saling mengingatkan dlm hal kebaikan.

#Ingatkan Diri Sendiri
#Ingatkan keluarga
#Ingatkan sahabat.

Masuk Surga Sekeluarga

✨✨🍃🌺🍃✨✨
*CARA MASUK SURGA SEKELUARGA*
✨✨✨✨✨✨✨
*Oleh: Ustadz Bachtiar Nasir*

*1. Coba suatu hari ingatkan seluruh anggota keluarga begini;*
*"AYO , KITA KERJASAMA AGAR MASUK SURGA "*

*2.* *BAGAIMANA CARANYA?*
*Lihat Qs.* *Ath-Thur 21-27.*
"Para penghuni surga membocorkan rahasianya bagaimana cara masuk surga sekeluarga. Mau tau?"

*3. Ceritanya penghuni surga saling bercengkerama berhadap-hadapan*, masing2 bertanya jawab bagaimana keluarga kalian dulu, *KOK BISA MASUK SURGA?*

*4. JAWABANNYA SERAGAM :*
"Kami bisa masuk surga karena dulu di dunia, di keluarga kami *SALING MENGINGATKAN* satu sama lain tentang siksa pedih neraka".

*5. Karenanya VISI RUMAH TANGGA* orang beriman adalah:
"Peliharalah dirimu dan keluargamu dari siksa neraka".
(Qs.At Tahrim; 6).

*6. RUMAHKU SURGAKU*,
akan terjadi jika masing2 anggota keluarga memelihara dirinya dan mengingatkan anggota keluarga lainnya dari siksa neraka.

*7. SIAPA YG TAK SEDIH*
jika ada salah seorang anggota keluarga ( Bapak , ibu, kakak atau adik) terjerumus ke lingkungan siksa neraka?

*8. Setiap anggota KELUARGA PASTI SANGAT SEDIH*  jika bahtera keluarga pecah dan karam akibat terpaan gelombang kehidupan dunia yang mematikan.

*9. Agar masuk surga sekeluarga*, ingatkan anggota keluarga kita yang sedang khilaf berbuat dosa atau lalaikan perintah Allah, *JANGAN DIBIARKAN.*

*10. JANGAN KECEWA* kalau peringatan kita diabaikan, atau malah dilecehkan, karena dakwah di tengah keluarga kadang lebih berat.
*TERUSLAH MENGAJAK* keluarga berjalan sesuai Al-Quran dan hadist.
*JANGAN LUPA*  doakan agar terbuka hati dan pikiran

*11. Nabi Nuh as* tak pernah bosan mengingatkan anaknya yg tersesat, Nuh as terus mendoakannya sampai akhirnya *ALLAH TENGGELAMKAN* Kan'an.

*12. Nabi Luth as* tak pernah berhenti memperingatkan istrinya yang membangkang, sampai akhirnya Allah *BINASAKAN ISTERINYA* bersama kaum sodom. (Qs.al- Hijr : 61-66)

*13. Asiah binti Muzahim*, tertatih-tatih peringatkan suaminya Fir'aun, konsisten mendidik Masyithah & Musa as, akhirnya *ASIAH YG DIBUNUH Fir'aun.*

*14. Habil tak pernah takut mengingatkan dan menasehati kakaknya Qabil*, *RASA IRI DENGKI*  berkecamuk sampai akhirnya Habil dibunuh Qabil.

*15. Agar bisa MASUK SURGA SEKELUARGA* perlu perjuangan dan pengorbanan yang besar, selain itu kesabaran dan konsistensi juga harus dilakukan.

*16. INGATKAN SUAMI* agar bekerja ditempat yang halal, jangan bawa pulang penghasilan yg haram, krn akan jadi bahan bakar neraka rumah tangga.

*17. INGATKAN ISTERI* agar memperhatikan pola konsumsi halal untuk keluarga, anak-anak akan susah diajak taat dan ibadah jika mengonsumsi yang haram.
(Qs.al- Maidah : 88, al- Baqarah : 168)

*18. INGATKAN ANAK2* bahwa bahan bakar neraka adalah batu dan manusia, jangan sampai salah seorang dari kita jadi bahan bakarnya neraka. (Qs.At- Tahrim : 6)

*19. INGATKAN TERUS* ttg syarat sah menjadi seorang muslim (rukun islam) : dua kalimat syahadat, sholat, zakat, puasa, pergi haji jika mampu. (Qs.al-Baqarah : 110, 177-178)

*20. CERITAKAN* bahwa penjaga neraka adalah para malaikat perkasa yang kuat dan kasar, mereka tak pernah khianati Allah & pasti laksanakan perintah-Nya. (Qs.At-Tahrim : 6)

Semoga bermanfaat buat kita dan keluarga kita masing-masing.

اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ

Semoga kita bersama keluarga kita sampai akhirat dg *Husnul Khotimah*

.آمــــــــــين يا ربّ العالمــــــــين.

MARAH

*Kenapa orang berteriak ketika marah...?*

Seorang Ulama berjalan dg para muridnya, mereka melihat ada sebuah *Keluarga yg sedang Bertengkar, dan saling Berteriak....*
Ulama tersebut berpaling kepada muridnya dan bertanya :

*"Wahai muridku,..*
*Mengapa orang saling berteriak jika mereka sedang Marah..? "*

Salah satu Murid menjawab :

*" Karena kehilangan Kesabarannya,makanya mereka  Berteriak..."*

Si Ulama Bertanya kembali :

*" Tetapi.., mengapa harus Berteriak kepada orang yg tepat berada di sebelahnya..?*
*Bukankah pesan yg ia sampaikan, bisa ia ucapkan dgn cara Halus...? "*

Tanya sang Ulama menguji murid-muridnya.
Muridnya pun saling beradu jawaban, namun tidak satupun jawaban yg mereka sepakati.
Akhirnya sang Ulama berkata :

*"Apabila dua orang sedang Marah, maka hati mereka saling Menjauh....*
*Untuk dapat Menempuh jarak yg Jauh itu, mereka harus Berteriak agar Perkataannya dapat Terdengar....*
*Semakin Marah,...maka akan Semakin Keras Teriakannya.*
*Karena Jarak kedua hati semakin Jauh....  *

*Begitu juga sebaliknya , di saat kedua insan Saling Jatuh Cinta....*
*Mereka tidak Saling Berteriak antara yang satu dengan yang  lain....*
*Mereka Berbicara Lembut, karena Hati mereka Berdekatan....*
*Jarak antara kedua Hati sangat Dekat..."*
*Bila mereka semakin lagi saling mencintai, apa yang terjadi ?*
*Mereka tidak lagi Bicara* *Mereka hanya Berbisik dan saling mendekat dalam kasih-sayang*

*Pada akhirnya, mereka bahkan tidak perlu lagi Berbisik,*
*Mereka cukup hanya dengan Saling Memandang.....*
*Sedekat itulah dua insan yg Saling Mengasihi..."*

Sang Ulama memandangi Muridnya dan mengingatkan dengan lembut :

*" Jika terjadi Pertengkaran diantara kalian, jangan biarkan Hati kalian Menjauh...*
*Jangan Ucapkan Perkataan yg membuat Hati kian Menjauh....*
*Karena jika kita biarkan,.. suatu hari jaraknya tidak akan lagi bisa ditempuh...."*

Semoga kita dijauhkan sifat sifat amarah,
Dianugerahi kelapangan dada dan kesabaran..
Aamiin Yaa Robbal Alamiin..

Alasan Laki-laki tak boleh pake emas

*👑"TERJAWAB SUDAH MENGAPA RASULULLOH MELARANG PRIA MEMAKAI EMAS...."👑*

Tentu kita pernah mendengar kalau umat Islam melarang kaum pria memakai emas, mungkin diantara kita bertanya-tanya kenapa Islam melarang ya, padahal kan bukan barang haram.

Kalau haram tentu wanita juga dilarang memakai emas.

Ternyata bukan karena takut kaum wanita tersaingi tapi karena ada alasan lain yang baru bisa dibuktikan pada abad ke 20 ini.

*Berikut Hadistnya :*

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang kaum laki-laki memakai cincin emas [Al-Bukhari dan Muslim] masing-masing dari Al-Bara' bin Azib Radhiyallahu 'anhu, bahwa ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki memakai cincin emas ditangannya, maka beliau memintanya supaya mencopot cincinnya, kemudian melemparkannya ke tanah. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Al Buchori dan Imam Muslim.

Ternyata diabad ke 20, para ahli fisika telah menyelidiki hal ini dan kemudian menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu _"menembus"_ ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika pria mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam kadar yang melebihi batas *(dikenal dengan sebutan migrasi emas)*.

Dan apabila ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, maka akan mengakibatkan penyakit *Alzheimer*.

Sebab jika tidak di buang maka dalam jangka waktu yang lama atom emas dalam darah ini akan sampai ke otak dan memicu penyakit *Alzheimer*.

*_Alzheimer adalah suatu penyakit dimana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil._*

*Alzheimer bukan penuaan normal, tetapi merupakan penuaan paksaan atau terpaksa.*

Salah seorang yang terkena penyakit Alzheimer adalah Charles Bronson, Ralph Ealdo Emerson dan Sugar Ray Robinson.

Dan mengapa Islam membolehkan wanita untuk mengenakan emas ?

*_"Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut ke luar dari tubuh wanita melalui menstruasi."_*

Itulah sebabnya Islam mengharamkan pria memakai emas dan membolehkan wanita memakai perhiasan emas.

Itulah alasan agama Islam melarang pria memakai emas, ternyata hal ini telah diketahui Rasulullah Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam 1400 tahun silam.
Padahal beliau tidak pernah belajar ilmu fisika dan tidak paham tentang fisika. Allahu Akbar.

*Subhanallah*

Semoga lewat tulisan ini kita khususnya sebagai seorang Muslim dapat mengambil hikmah dari larangan ini dan diteguhkan Iman kita agar tetap taat menjalankan Perintah dan menjauhi larangan dari Allah swt. yang telah disampaikan melalui Al-Qur'an Dan Al-hadist.

*CATATAN :*
Untuk wanita yang sudah *_Manopause_* sebaiknya kalau tidur malam perhiasan emas jangan dipakai.
Wslm ( MZ ).

Dilarangnya Riba

Tahap2 diharamkannya RIBA bagi umat Islam :

1. Surat Ar-Rum : 39 (Makkiyah)
Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak akan menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipatgandakan (pahalanya).

Pada ayat ini, Allah belum melarang. Hanya memperingatkan bahwa riba itu tidak ada pahalanya disisi Allah. Tidak ada keberkahan bagi para pelaku riba. Disamping itu, Allah juga menyampaikan bahwa sesungguhnya yg melipatgandakan itu adalah zakat.

2. Surat An-Nisa : 161
Dan disebabkan mereka memakan riba padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka telah memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir diantara itu siksa yang pedih.

Ayat ini diturunkan pada masa permulaan periode Madinah, sudah mengutuk dengan keras praktik riba, sebagaimana telah dilarang pula pada kitab-kitab terdahulu. Pada tahap kedua ini, Al-Quran mensejajarkan orang yang mengambil riba dengan mereka yang mengambil kekayaan orang lain secara tidak benar dan mengancam kedua pihak dengan siksa Allah yang amat pedih.

"mereka" yg dimaksud pada ayat ini adalah mengacu kepada orang2 Yahudi yg walaupun telah dilarang melakukan riba, tetap saja melakukan. Jadi dg turunnya ayat ini, walau belum menjadi dalil qath'i dilarangnya riba, namun Allah sdh menyamakan prilaku orang2 yg memakan riba sebagaimana prilaku orang2 Yahudi.

3. Surat Ali-Imran : 130-132
(130) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.
(131) dan periharalah dirimu dari api neraka yang disediakan untuk orang-orang kafir.
(132) dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat.

Setelah bbrapa tahun di masa Madinah. Tutunlah ayat ini. Allah menyeru agar kaum muslimin menjauhi riba jika mereka menghendaki kesejahteraan yang diinginkan (dalam pengertian Islam yang sebenarnya). Selain itu secara tidak langsung Allah juga mengancam orang2 kafir dg siksa api neraka.
Ini adalah merupakan larangan Allah yg sangat tegas. Namun masih fokus pada riba2 yg bersifat keji. Yg secara langsung menganiaya orang2 yg dijerat olehnya. Jadi larangan keras ini baru bersifat sebagian. Hanya riba yg terus2an bertambah saja yg secara tegas dilarang. Belum berlaku menyeluruh kepada semua jenis riba.

4. Surat Al-Baqarah : 275-281
(275) Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
(276) Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang tetap dalam kekafiran, dan selalu berbuat dosa.
(277) Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.
(278) Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman.
(279) Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.
(280) Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
(281) Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).

Ayat ini merupakan kategori ayat2 yg diturunkan pada masa2 menjelang berakhirnya misi Rasulullah SAW sebagai utusan Allah. Ayat ini mengutuk keras mereka yang mengambil riba, riba secara menyeluruh, tidak perduli banyak atau sedikit.
Ayat ini juga menegaskan perbedaan yang jelas antara perniagaan dan riba, dan menuntut kaum muslimin agar menghapuskan seluruh utang piutang yang mengandung riba, menyerukan mereka agar mengambil pokoknya saja, dan mengikhlaskan kepada peminjam yang mengalami kesulitan.
Karena merupakan ayat terakhir yg diturunkan terkait riba, maka inilah syariat yg harus dipegang oleh seluruh umat Islam tanpa kecuali. Jika mereka tergolong orang2 yg takut kepada Allah, jika mereka ingin dikelompokkan sebagai orang2 yg beriman, jika mereka tidak ingin dijadikan penghuni neraka yg kekal didalamnya, jika mereka tidak ingin diperangi oleh Allah dan RasulNya.

#self_reminder
#muamalah_syariah
#no_riba_bukti_keimanan_kepada_Allah