Pesan Ayah

Sebelum sang ayah menghembuskan nafas terakhir, dia memberi pesan kepada kedua anaknya :

“Anakku, dua pesan penting yg ingin ayah sampaikan kepadamu untuk keberhasilan hidupmu

Pertama: jangan pernah menagih piutang kepada siapapun

Kedua: jangan pernah tubuhmu terkena terik matahari secara langsung”

5 tahun berlalu sang ibu menengok anak sulungnya dg kondisi bisnisnya yg sangat memprihatinkan, ibu pun bertanya “Wahai anak sulungku kenapa kondisi bisnismu demikian?”

Si sulung menjawab : “Saya mengikuti pesan ayah bu… Saya dilarang menagih piutang kepada siapapun sehingga banyak piutang yg tidak dibayar dan lama² habislah modal saya..

Pesan yang kedua ayah melarang saya terkena sinar matahari secara langsung dan saya hanya punya sepeda motor, itulah sebabnya pergi dan pulang kantor saya selalu naik taxi”

Kemudian sang ibu pergi ke tempat si bungsu yang keadaannya berbeda jauh. Si bungsu sukses menjalankan bisnisnya.
Sang ibu pun bertanya “Wahai anak bungsuku, hidupmu sedemikian beruntung, apa rahasianya…?”

Si bungsu menjawab : “Ini karena saya mengikuti pesan ayah bu.. Pesan yg pertama saya dilarang menagih piutang kepada siapapun. Oleh karena itu saya tidak pernah memberikan hutang kepada siapapun sehingga modal saya tetap utuh”

“Pesan kedua saya dilarang terkena sinar matahari secara langsung, maka dg motor yg saya punya saya selalu berangkat sebelum matahari terbit dan pulang setelah matahari terbenam, sehingga para pelanggan tahu toko saya buka lebih pagi dan tutup lebih sore”.

Perhatikan..
Si Sulung dan Si Bungsu menerima pesan yang SAMA, namun masing²memiliki penafsiran dan sudut pandang atau MINDSET berbeda. Mereka MELAKUKAN cara yg berbeda sehingga mendapatkan HASIL yg berbeda pula.

Hati²lah dg Mindset kita..

Mindset positif memberi hasil menakjubkan, sebaliknya mindset negatif memberikan hasil menghancurkan.

The choice is yours!

Tentang Masjid Jogokaryan

🕌💞🕌💞🕌💞🕌💞🕌💞
*MASJID JOGOKARIYAN YOGYAKARTA* yg fenomenal
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Oleh : Ustadz Salim A Fillah
Edisi : # Berkhidmat Untuk Ummat
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
Faktanya...
Negeri kita memiliki lebih dari 1 juta Masjid besar maupun kecil... Pertanyaannya adalah :
*"Berapa Masjid kah yang menjadi BEBAN bagi Jama'ah dibandingkan dengan Masjid yg MEMBERDAYAKAN Jama'ah..?"* 

Maka jawabannya adalah :
*"Ratusan ribu Masjid membebani Jama'ah untuk listrik...air...dan kebersihan..padahal pemanfaatannya hanyalah sholat dan sholatnya pun tak pernah penuh.."*

Disamping itu...
Aset Masjid berupa jutaan meter persegi tanah dan bangunan dinilai dari aspek apapun (serasa) masih sangat tak produktif, padahal...soal *Masjid adalah ideologi sekaligus substansi Peradaban Islam...*

Tapi baiklah...
Kita masuk pada "langkah strategis" dan praktis yang ditempuh kami di *Masjid Jogokariyan Yogyakarta...*
Bahwa secara sederhana *Manajamen Masjid* memiliki 3 langkah yakni :
🕌 *Pemetaan...*
🕌 *Pelayanan...*dan
🕌 *Pemberdayaan...*

Setiap Masjid harus memiliki Peta
🕌 *Da'wah yang jelas...*
🕌 *Wilayah kerja yang nyata*...dan
🕌 *Jamaah yang terdata...*

Pendataan yang dilakukan Masjid terhadap jamaah mencakup :
🕌 *Potensi dan kebutuhan...*
🕌 *Peluang dan tantangan...*
🕌 *Kekuatan dan kelemahan...*

Kami di *Masjid Jogokariyan Yogyakarta* meng-inisiasi _SENSUS MASJID_ yakni berupa :
*Pendataan tahunan yang hasilnya menjadi Data Base dan Peta Da'wah komperehensif...*

Data Base dan Peta Da'wah *Masjid Jogokariyan Yogyakarta* tak hanya mencakup :
Nama KK dan warga...
Pendapatan...
Pendidikan dll...
tetapi juga sampai pd :
Siapa saja yg *sholat* & yg belum sholat...
Yang *sholat di Masjid* & yg belum sholat di Masjid...
Yang sdh *berzakat* atau yg belum...
Yang sdh *ber-qurban* atau yg belum ber-qurban...
Yang *aktif mengikuti kegiatan masjid* atau yg belum...
Yang *berkemampuan* di bidang apa dan *bekerja* di mana...
pokoknya detail bingitz deh...😉😘

Dari *Data Base* diatas kita bisa tahu
Bahwa dari 1030 KK (4000-an penduduk sekitar masjid) yg belum sholat tahun 2010 ada 17 orang...
Lalu bila dibandingkan dengan data tahun 2000 yang belum sholat 127 orang...
Dari sinilah perkembangan Da'wah selama 10 tahun terlihat

*Peta da'wah Masjid* juga mem
perlihatkan gambar kampung yang dirumah-rumahnya berwarna-warni...

Warna hijau 🐸 berarti
*SANGAT* mendukung da'wah
Warna hijau muda 💚 berarti
*CUKUP* mendukung Da'wah
Warna kuning 💛 berarti
*NETRAL* terhadap Da'wah
sedangkan...
Warna merah ❤ berarti
*MUSUH* Da'wah

Di tiap rumah ada juga atribut iconik.. Icon Ka'bah 🕋 berarti sdh berhaji
Icon Unta 🐫 berarti sdh ber-Qurban Icon Koin 💰 berarti sdh berzakat
Icon Peci 🎩 berarti sdh...dsb...

Konfigurasi rumah sekampung itu juga biasa dipakai tuk mengarahkan para Ikhwah da'i yang juga sedang cari rumah...

*Masjid Jogokariyan* juga berkomitmen tidak membuat unit Usaha agar tidak menyakiti jamaah yang juga memiliki bisnis serupa...
ini harus dijaga...
misalnya...
tiap pekan *Masjid Jogokariyan* biasa menerima ratusan tamu, shg konsumsi utk tamu di-orderkan bergilir pada jamaah yang punya rumah makan...

Data jamaah juga digunakan tuk Gerakan shubuh Berjamaah...
Pada tahun 2004 dibuat Undangan Cetak layaknya Undangan Pernikahan tuk Gerakan Shubuh...
By name...
UNDANGAN :
Mengharap kehadiran
Bapak/Ibu/Saudara...
dlm acara Sholat Shubuh Berjamaah, besok pukul 04.15 WIB
di *Masjid Jogokariyan..."*

Undangan itu dilengkapi hadis-hadis keutamaan Sholat Shubuh... hasilnya...??
Silahkan mampir ke *Masjid Jogokariyan* untuk merasakan Jamaah Shubuh yang hampir seperti Jamaah Sholat Jum'at...

Sistem keuangan *Masjid Jogokariyan* juga berbeda dari yg lain...
Jika ada Masjid mengumumkan dengan bangga bahwa saldo infaknya jutaan, maka *Masjid Jogokariyan* selalu berupaya keras agar di tiap pengumumaan saldo-infak harus sama dengan NOL Rupiah !!
Infak itu ditunggu pahalanya tuk jadi amal sholih, bukan tuk disimpan di rekening Bank...

Sebab pengumuman infak jutaan akan sangat menyakitkan jika tetangga Masjid ada yang tak bisa ke Rumah Sakit sebab tak punya biaya atau tak bisa sekolah...
Masjid yang _menyakiti Jamaah_ ialah *tragedi da'wah...*
Shg dgn pengumuman saldo infak sama dengan NOL Rupiah, maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya...
pun kalau saldo Masjid masih jutaan yaa maaf kalau malah membuat _infak jamaahnya nggak semangat..._

_Wifi_ di *Masjid Jogokariyan* sudah dr tahun 2004...dan itu "gratis-tis",
shg Jamaah baik dari anak-anak maupun dewasa tdk perlu repot-repot ke WarNet yg sangat memungkinkan mereka untuk membuka situs yang bukan-bukan...😐

Kami juga menyediakan ruang olahraga atau bermain yang terdapat alat olahraga seperti tenis meja dll, sehingga anak-anak atau remaja atau pemuda yang ingin bermain atau berolahraga di Jogokariyan bisa kerasan atau betah...
Daripada "mereka" main atau ber-olahraga diluar masjid yg biasanya waktu mereka saat itu bertabrakan dengan waktu sholat...

Dan Alhamdulillah...
Biasanya kami bisa menyediakan setidaknya 1000 piring sebagai menu buka puasa di Bulan Romadhon...
Juga secara gratis-tis untuk para Jama'ah...

*Masjid Jogokariyan* pada thn 2005 juga meng-inisiasi _Gerakan Jamaah Mandiri..._yaitu :
Jumlah biaya setahun dihitung
dibagi 52...
ketemu biaya pekanan...
dibagi lagi dgn kapasitas masjid...
lalu ketemu biaya per-tempat sholat... Setelah itu disosialisasikan...
Kemudian Jamaah diberitahu bahwa jika dalam sepekan mereka ber-infak dengan jumlah "segitu" maka dia katagori *Jamaah Mandiri...*
Adapun jika berinfak lebih, maka dia termasuk *Jamaah Pensubsidi...*
Tetapi...
Jika dia tidak ber-infak atau berinfak kurang maka dia termasuk *Jamaah di Subsidi...*
Kemudian sosialisasi ditutup dengan kalimat :
*"Doakan kami tetap mampu melayani ibadah anda sebaik-baiknya..."*

_Gerakan Jamaah Mandiri_ Alhamdulillah sukses menaikkan infak pekanan Masjid Jogokariyan hingga 400%...☺😍😘
Toh ternyata orang malu 🙈🙊 jika ia beribadah tapi disubsidi...

Demikianlah jika *peta...data...*
dan pertanggungjawaban keuangan masjid transparan...
sehingga infak 1000 rupiah pun kita tahu kemana alirannya
Maka tanpa diminta pun jamaah
akan berpartisipasi...

Dan tiap kali renovasi Masjid...
Takmir Masjid berupaya
tak membebani jamaah dgn Proposal sebab Takmir hanya pasang spanduk : *"Mohon maaf ibadah Anda terganggu, Masjid Jogokariyan sedang kami renovasi..."*
Nomor rekening tertera di bawah...

Dan sejak tahun 2005 *Masjid Jogokariyan* sudah menjalankan _program Universal Conference Insurance..._
dimana seluruh Jamaah Masjid bisa berobat di Rumah Sakit atau klinik manapun secara Gratis-tis dengan membawa *Kartu Sehat Masjid Jogokariyan...*

Dan kami juga biasa memberi *hibah Umrah* bagi jamaah yang betul-betul rutin Jamaah Sholat Shubuh di *Masjid Jogokariyan...*

Inilah beberapa output dari _Program Masjid Mandiri..._
Artinya *semua yang dari jamaah akan kembali ke Jamaah...*

Satu kisah lagi tuk menunjukkan _pentingnya data dan dokumentasi_, yakni......
*Masjid Jogokariyan* punya foto pembangunannya di tahun 1967, gambarnya seorang Bapak sepuh berpeci hitam...berbaju batik...
dan sarungan sedang mengawasi
para tukang pengaduk semen tuk *Masjid Jogokariyan...*

Di tahun 2002/2003 Masjid Jogokariyan direnovasi besar-besaran kemudian foto itu dibawa kepada putra si kakek dalam gambar tsb...
Putranya seorang juragan kayu...
Kami katakan pada Putra kakek yang ada di foto tadi :
*"Ini gambar Ayahanda Bapak ketika membangun Masjid Jogokariyan, kini Masjid sudah tak mampu lagi menampung Jamaah, sehingga kami bermaksud merenovasi masjid, Jika berkenan tuk melanjutkan amal jariyah Ayahanda Bapak, kami tunggu partisipasi bapak di Jogokariyan...*

Alhamdulillah...
foto tua tahun 1967 itu membuat yang bersangkutan nyumbang 1 Miliar Rupiah dan mau menjadi Ketua Tim Pembangunan *Masjid Jogokariyan* sampai sekarang...
Ajib...!!
Foto tua yg telah dibingkai indah itu ternyata "seharga" 1 Miliar...😊
So...
kapan mau ke Masjid Jogokariyan...?

Jumlah Huruf Dalam Al Quran

📖Imam An Nasafi dalam kitab _'Majmu al-Ulum wa Mathla’u an Nujum'_ dan dikutip oleh Imam Ibnu ‘Arabi dalam mukaddimah al-Futuhuat al-Ilahiyah menyatakan bahwa huruf-huruf dalam Al Qur'an diurut sesuai dengan banyaknya berjumlah :
1⃣.0⃣2⃣7⃣.0⃣0⃣0⃣ 
_(satu juta dua puluh tujuh ribu)_

Saudaraku..
Jika hal tersebut diatas benar, berarti pada setiap kali kita khatam Al-Qur'an, kita telah membaca lebih dari 1 juta huruf.

Jika 1 huruf = 1 kebaikan
dan 1 kebaikan = 10 pahala,
maka kira-kira 10 juta pahala yang kita akan dapatkan pada setiap khatam Al- Qur'an

*Mudah-mudahan ini menjadi motivasi kita untuk terus membaca al-Qur'an*....
*dan men-tadabburinya kemudian meng-amalkannya*

✅Masyaa Allah..
Luar biasa..
Bagi kita yang istiqomah membaca 1 juz setiap harinya.. berarti setiap bulan minimal kita akan mendapat pahala 10 juta  dari membaca Al-Qur’an..

✳Bila ada yang bekerja dengan jam kerja 8jam/hari, dengan gaji 5 juta/bulan,  sudah bergembira luar biasa!
Sungguh tidak ada apa apanya bila dibandingkan dengan yang
ALLAH akan Karuniakan kepada kita dengan 10 juta lebih kebaikan/bulan, dengan jam kerja yang maksimal hanya 1 jam per-harinya ❗

Yuk *istiqomah* untuk tilawah (membaca Al-Qur'an) minimal 1 hari 1 juz

Baarakallahu fiikum
Semoga bermanfaat
_*Āamien*_

TANDA-TANDA TUA

*TANDA-TANDA TUA BAGI PARA LELAKI*
_(CERITA BAGUS UNTUK tidak DITERTAWAKAN)_

- Dulu sering gandeng *perawan*
+ Begitu tua di gandeng *perawat..*

- Dulu senengnya *cewek manis..*
+ Begitu tua *kencing manis..*

- Dulu rajin pake *minyak wangi..*
- Begitu tua pake *minyak angin..*

- Dulu rajin *ke diskotik..*
+ Begitu tua rajin *ke apotik..*

- Dulu jadi pemburu *NIKMAT..*
+ Begitu tua di buru *MALAIKAT..*

- Dulu kalo baca yang *beginian ketawa..*
+ Begitu tua kalo baca *beginian nangis..*

*KONDISI DAH GINI...*
_MAU DIAPAIN LAGI..???_
DI SERVICE *KAGAK BISA,* TUKAR TAMBAH *KAGAK LAKU...*
_NASSSSIIIIIIIIIB..._

Teruskan ke yang lain... _jangan berhenti di grup wa kita..._
*biar semua ketawa...*
*biar Ъќ cepet tambah tua...*
😄😜😅😋

Wakaf Usman bin Affan

Rekening Tertua Di Dunia Berumur 1400 Tahun Milik Utsman Bin Affan (untuk kepentingan umat islam)

Bismillah,

Atas Nama Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu

1. Mungkin tak pernah terbayang oleh siapa pun, bila ada satu bank di Saudi Arabia yang sampai saat ini menyimpan rekening atas nama UTSMAN BIN AFFAN.

2. Apa kisah sebenarnya di balik pembangunan hotel ‘Utsman bin Affan Ra’ yang saat ini sedang di bangun dekat Masjid Nabawi?

Apakah ada anak cucu keturunan Utsman saat ini yang membangunnya atas nama moyang mereka?

Penasaran? Ikuti kisahnya berikut ini. Barangkali kita dapat mengambil pelajaran.

3. Setelah hijrah, jumlah kaum Muslimin di Madinah semakin bertambah banyak. Salah satu kebutuhan dasar yang mendesak adalah ketersediaan air jernih.

4. Kala itu sumur terbesar dan terbaik adalah Bi’ru Rumah, milik seorang Yahudi pelit dan oportunis. Dia hanya mau berbagi air sumurnya itu secara jual beli.

5. Mengetahui hal itu, Utsman bin Affan mendatangi si Yahudi dan membeli ‘setengah’ air sumur Rumah. Utsman lalu mewakafkannya untuk keperluan kaum Muslimin.

6. Dengan semakin bertambahnya penduduk Muslim, kebutuhan akan air jernih pun kian meningkat. Karena itu, Utsman pun akhirnya membeli ‘sisa’ air sumur Rumah dengan harga keseluruhan 20.000 dirham (kl. Rp. 5 M). Untuk kali ini pun Utsman kembali mewakafkannya untuk kaum Muslimin.

7. Singkat cerita, pada masa-masa berikutnya, wakaf Utsman bin Affan terus berkembang. Bermula dari sumur terus melebar menjadi kebun nan luas.

Kebun wakaf Utsman dirawat dengan baik semasa pemerintahan Daulah Usmaniyah (Turki Usmani).

8. Setelah Kerajaan Saudi Arabia berdiri, perawatan berjalan semakin baik. Alhasil, di kebun tersebut tumbuh sekitar 1550 pohon kurma.

9. Kerajaan Saudi, melalui Kementrian Pertanian, mengelola hasil kebun wakaf Utsman tersebut. Uang yang didapat dari panen kurma dibagi dua; setengahnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya lagi disimpan di sebuah bank dengan rekening atas nama Utsman bin Affan.

10. Rekening tersebut dipegang oleh Kementerian Wakaf.

Dengan begitu ‘kekayaan’ Utsman bin Affan yang tersimpan di bank terus bertambah. Sampai pada akhirnya dapat digunakan untuk membeli sebidang tanah di kawasan Markaziyah (area eksklusif) dekat Masjid Nabawi.

11. Di atas tanah tersebut, saat ini tengah dibangun sebuah hotel berbintang lima dengan dana masih dari ‘rekening’ Utsman.

Pembangunan hotel tersebut kini sudah masuk tahap akhir. Rencananya, hotel ‘Utsman bin Affan’ tersebut akan disewakan kepada sebuah perusahaan pengelola hotel ternama.

12. Melalui kontrak sewa ini, income tahunan yang diperkirakan akan diraih mencapai lebih 50 juta Riyal (lebih Rp. 150 M).

Pengelolaan penghasilan tersebut akan tetap sama. Separuhnya dibagikan kepada anak-anak yatim dan fakir miskin. Sedang separuhnya lagi disimpan di ‘rekening’ Utsman bin Affan.

13. Uniknya, tanah yang digunakan untuk membangun hotel tersebut tercatat pada Dinas Tata Kota Madinah atas nama Utsman bin Affan.

Masya Allah, saudaraku, itulah ‘transaksi’ Utsman dengan Allah. Sebuah perdagangan di jalan Allah dan untuk Allah telah berlangsung selama lebih 1400 tahun…..berapa ‘keuntungan’ pahala yang terus mengalir deras kedalam pundi-pundi kebaikan Utsman bin Affan di sisi Allah Swt…

(Terjmh. Ustadz Asep Sobari LC) semoga manfaat.

Elang dan Lebah

Tahukah Anda, jika kita masukan seekor burung elang dalam sebuah kandang ukuran 2 x 2,5 M dan bagian atapnya terbuka sekalipun, tetap elang itu tidak bisa terbang.

Ternyata elang akan memulai terbang dari tanah dengan berlari sejauh 3 - 3,5 M.

Tanpa tempat untuk berlari, elang ini tidak akan mampu terbang dan terjebak selamanya dalam kandang kecil tanpa penutup.

Tahukah Anda, jika seekor lebah yang jatuh ke dalam cangkir kopi yang terbuka, juga akan tetap di sana sampai mati, kecuali jika karena tidak tega Anda keluarkan dia.

Lebah tidak pernah lihat jalan keluar pada bagian atasnya, melainkan terus berusaha cari jalan keluar lewat pinggir dekat dasarnya, cari jalan di mana tidak ada jalan, hingga ia menghancurkan diri sendiri.

Nah... Ternyata banyak dari kita, juga seperti burung elang dan lebah itu:

- Bergumul dengan masalah.

- Fokus terus dengan masalah.

- Mengeluh terus sampai akhirnya frustasi sendiri.

Sadarilah bahwa jawaban dari masalah kita adalah selalu di atas, yaitu ALLAH. Menengadahlah.

Ucapkanlah doa dan lepas landaslah dalam bertindak mencari solusi.

Lakukan lagi dan terus berjuang!

Selalu akan ada pengharapan yang baru dalam hidup!

Kalau tidak ada jalan, lihatlah ke "atas". ALLAH selalu punya jalan untuk kita.

Uang Peyok

Renungan pagi...

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu.

Ia membungkuk & menggerutu kecewa. "Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok."

Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank. "Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno", kata teller itu memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai 30 dirham

Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral. Dia pun membeli kayu seharga 30 dirham untuk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 dirham untuk menukar kayu itu. Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

Dalam perjalanan dia melewati perumahan. Seorang wanita melihat lemari yang indah itu & menawarnya 200 dirham Lelaki itu ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dirham. Lelaki itupun setuju.

Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dirham.

Tiba-tiba seorang perampok datang, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya,

"Apa yang terjadi?

Engkau baik-baik saja kan?

Apa yang diambil perampok tadi?"

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan?

Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang & pergi kita tidak membawa apa-apa.

Menderita karena melekat. Bahagia karena melepas.

Karena demikianlah hakikat sejatinya kehidupan, apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini?

Tidak ada, karena bahkan napas kita saja bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya.

Hidup itu perubahan dan pasti akan berubah.

Saat kehilangan sesuatu, kembalilah ingat bahwa sesungguhnya kita tidak punya apa-apa. Jadi "kehilangan" itu tidaklah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan. Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke"aku"an. Ke"aku"an itulah yang membuat kita menderita.

Rumahku, hartaku, istriku, suami ku, anakku. Lahir tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak bawa apa-apa dan tidak ajak siapa-siapa.

Pada waktunya "let it go", siapapun yang bisa MELEPAS, tidak melekat, tidak menggenggam erat, maka dia akan BAHAGIA .....