Pola Pengasuhan Anak

Berikut 9 gaya mengasuh anak yang keliru dan biasa dilakukan
para ayah dan ibu
1. Kehilangan Kontrol
Saat kelakuan anak mulai membuat gila, jangan pernah
mendisiplinkan anak saat sedang marah. Tenangkan diri terlebih
dahulu, karena jika Anda sendiri juga sedang marah, maka yang
keluar dari mulut adalah teriakan, sumpah serapah atau celaan
yang sebenarnya tidak dimaksudkan untuk diucapkan. Hal
terburuk mungkin kekerasan fisik. Jika Anda terlanjur melakukan
hal ini, anak akan membentuk pola pikir bahwa kelakuan negatif
Anda tadi sah-sah saja dilakukan kepada teman-teman maupun
orang lain di luar rumah. Amannya, lakukan 'time-out' atau hening
sejenak seorang diri, baik Anda maupun anak dan kemudian
setelah tenang baru berbicara dengan anak dan memberikannya
pengertian.
2. Hukuman Fisik
Banyak kasus KDRT disebabkan oleh masa lalu anak yang sering
mendapat siksaan fisik oleh orangtua. Memukul bokong atau
bagian tubuh lainnya dengan benda atau tangan hingga
menampar terkesan mendisiplinkan, namun psikologinya akan
berubah dimana ia akan berpikir bahwa kekerasan fisik sah
dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Beberapa penelitian juga
menunjukkan bahwa sel-sel tumbuh kembang otak anak ada yang
terbunuh saat dipukul.
3. Tidak Konsisten
Di satu saat, anak Anda mengucapkan kata yang tidak pantas
namun respon Anda tertawa, namun di saat yang lain Anda justru
malah marah karena terucap di depan banyak orang. Ini
menunjukkan bahwa Anda tidak memiliki landasan akan mana hal
yang benar dan salah, pantas atau tidak pantas. Jadi sebelum
Anda menegur anak akan perilakunya, lihat diri Anda sendiri
terlebih dahulu dan tetapkan apa yang benar dan salah di mata
Anda.
4. Sogokan
Rengekan anak diselesaikan dengan menjanjikan untuk
membelikan sesuatu hal atau barang sering dilakukan agar anak
langsung tenang. Hal ini tentunya keliru, dimana seharusnya
penghargaan hanya diberikan jika ia melakukan hal yang baik,
bukan karena perilaku yang tidak terkontrol.
5. Aksi dan Konsekuensi
Salah satu jalan terbaik untuk mendidik anak adalah dengan
mengajarkan bahwa dari setiap aksi yang dilakukannya, maka ada
konsekuensi yang harus ia terima. Contohnya ketika ia tantrum
dan hobi merusak barang, maka jelaskan bahwa konsekuensi dari
perbuatannya adalah ia akan dikurangi uang jajannya untuk
memperbaiki hal tersebut. Selalu pastikan konsekuensi hukuman
berkaitan langsung dengan aksinya, bukan hukuman yang
mengada-ada dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan
perbuatannya.
6. Ibu adalah Pelarian
Antara ayah dan ibu mungkin memiliki cara yang berbeda dalam
hal mendidik anak, karena sifat alami ibu yang lebih mengemong.
Namun untuk urusan disiplin dan perlakuan, antara ayah dan ibu
harus kompak. Jangan sampai ketika ayah menegur anak,
kemudian ia lari ke sang ibu dan menghibur padahal hal tersebut
tidak benar. Kredibilitas salah satu pihak bisa hancur dan
kedekatan ayah dan ibu dengan anak bisa jadi berbeda porsinya.
7. Kurang memberi sentuhan kepada semua anak.
Rasulullah sering membelai cucu-cucunya dan mencium mereka.
Diriwayatkan oleh Aisyah R.A. Pada suatu hari Rasulullah SAW
mencium Al-Hassan atau Al Hussien bin Ali R.A. Ketika itu Agra’
bin Habsi At-Tamimiy sedang berada di rumah baginda. Berkata
Agra’, “Ya Rasulullah, Aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi
aku belum pernah mencium seorang pun dari mereka,” Rasulullah
melihat kepada Agra’ kemudian berkata, “Siapa yang tidak
mengasihi tidak akan dikasihi,” (H R. Bukhari dan Muslim).
8. Terlalu bergantung kepada pembantu rumah untuk mendidik
anak-anak.
Sebagai orang tua kitalah yang akan ditanyakan mengenai anak-
anak kita di akhirat kelak. Oleh karena itu menjadi kepentingan
kita untuk berusaha memastikan anak-anak terdidik dengan
didikan Islam. Seoranga ayah tidak boleh beralasan mencari
nafkah sehingga menelantarkan dan mengesampingkan
pendidikan anaknya.
9. Bertengkar di depan anak-anak.
Ini akan menyebabkan anak-anak tertekan dan membenci salah
seorang dari Ibu Bapaknya. Apalagi bila ayah sampai membentak
dan memukul ibu, maka anak akan semakin terluka batin oleh
perilaku ayahnya.
Semoga bermanfaat.

0 komentar:

Posting Komentar