Perempuan dunia yang masuk surga lebih mulia
daripada para bidadari.
Ibnu Katsir saat membahas surat Al Waaqi’ah
mengangkat hadits dari Abul Qasim ath Thabrani yang
meriwayatkan bahwa Ummu Salamah berkata, “Aku
bertanya kepada Rasululloh Sallallahu 'alaihi Wasallam,
‘Terangkan padaku tentang firman Alloh: uruban
atrooban.’ Rasululloh menjawab, ‘Mereka adalah
perempuan-perempuan dunia, meskipun ketika wafat
dalam keadaan tua renta, namun Alloh swt menjadikan
mereka perawan-perawan yang lemah lembut, muda
dan sebaya, serta besar rasa cintanya.’ Aku bertanya,
‘Ya Rasululloh, siapa yang lebih utama antara
perempuan dunia dan bidadari surga?’ Rasululloh
menjawab, ‘perempuan-perempuan dunia (yang
beriman) lebih utama dari bidadari surga seperti
keutamaan yang tampak dari yang tidak tampak, hal
itu karena ibadah dan ketaatan mereka di dunia, Alloh
swt akan mengenakan cahaya pada mereka, mereka
kekal dan dalam keridhoan.’ Aku bertanya lagi, ‘Ya
Rasululloh, ada salah seorang dari kami menikah
sampai empat kali. Jika dia masuk surga dan keempat
suaminya pun masuk surga, maka siapakah nanti yang
akan menjadi pasangannya?’ Rasululloh Sallallahu
'alaihi Wasallam menjawab, ‘Wahai Ummu Salamah,
wanita itu disuruh memilih, lalu diapun memilih siapa
di antara mereka yang paling baik akhlaqnya. Lalu dia
berkata, “Rabbi, sesungguhnya lelaki inilah yang paling
baik tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka
nikahkanlah aku dengannya” … ‘Wahai Ummu Salamah,
akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua
kebaikan, dunia dan akhirat.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir
dalam pembahasan surat Al-Waqi’aah).
Itulah mengapa para ulama menyatakan tidak ada
bidadari lelaki (bidadara)
di surga, karena perempuan-perempuan dunia yang
masuk surga akan menikahi laki-laki dunia yang masuk
surga. Sebagaimana Ibnu Katsir saat membahas surat
At Tahriim menyebutkan hadits Bukhari dan Muslim
mengenai kesempurnaan
Asiah istri Firaun, Maryam binti Imron, dan Khadijah
binti Khuwailid.
Ibnu Katsir juga mengangkat hadits lain bahwa Asiah
istri Firaun dan Maryam binti Imron akan menjadi istri
Rasululloh saw di surga bersama perempuan-
perempuan yang menjadi istri Rasululloh di dunia.
Sedangkan bidadari-bidadari surga pada dasarnya
hanyalah selir, dayang dan pelayan. Sementara
perempuan-perempuan dunia yang masuk surga yang
akan menjadi permaisuri, ratu dan istri utama dari laki-
laki dunia yang masuk surga, mereka lebih cantik,
saleh, dan berakhlak mulia.
Imam Al-Qurthuby dalam kitab tafsirnya menyebutkan
beberapa atsar
bahwa wanita dunia saat berada di surga akan jauh
lebih cantik melebihi
bidadari-bidadari surga, ini karena kesungguhan
mereka dalam beribadah
kepada Alloh Azza Wa Jalla (Lihat Tafsir Al-Qurthuby).
Wallahu'alam...
daripada para bidadari.
Ibnu Katsir saat membahas surat Al Waaqi’ah
mengangkat hadits dari Abul Qasim ath Thabrani yang
meriwayatkan bahwa Ummu Salamah berkata, “Aku
bertanya kepada Rasululloh Sallallahu 'alaihi Wasallam,
‘Terangkan padaku tentang firman Alloh: uruban
atrooban.’ Rasululloh menjawab, ‘Mereka adalah
perempuan-perempuan dunia, meskipun ketika wafat
dalam keadaan tua renta, namun Alloh swt menjadikan
mereka perawan-perawan yang lemah lembut, muda
dan sebaya, serta besar rasa cintanya.’ Aku bertanya,
‘Ya Rasululloh, siapa yang lebih utama antara
perempuan dunia dan bidadari surga?’ Rasululloh
menjawab, ‘perempuan-perempuan dunia (yang
beriman) lebih utama dari bidadari surga seperti
keutamaan yang tampak dari yang tidak tampak, hal
itu karena ibadah dan ketaatan mereka di dunia, Alloh
swt akan mengenakan cahaya pada mereka, mereka
kekal dan dalam keridhoan.’ Aku bertanya lagi, ‘Ya
Rasululloh, ada salah seorang dari kami menikah
sampai empat kali. Jika dia masuk surga dan keempat
suaminya pun masuk surga, maka siapakah nanti yang
akan menjadi pasangannya?’ Rasululloh Sallallahu
'alaihi Wasallam menjawab, ‘Wahai Ummu Salamah,
wanita itu disuruh memilih, lalu diapun memilih siapa
di antara mereka yang paling baik akhlaqnya. Lalu dia
berkata, “Rabbi, sesungguhnya lelaki inilah yang paling
baik tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka
nikahkanlah aku dengannya” … ‘Wahai Ummu Salamah,
akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua
kebaikan, dunia dan akhirat.” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir
dalam pembahasan surat Al-Waqi’aah).
Itulah mengapa para ulama menyatakan tidak ada
bidadari lelaki (bidadara)
di surga, karena perempuan-perempuan dunia yang
masuk surga akan menikahi laki-laki dunia yang masuk
surga. Sebagaimana Ibnu Katsir saat membahas surat
At Tahriim menyebutkan hadits Bukhari dan Muslim
mengenai kesempurnaan
Asiah istri Firaun, Maryam binti Imron, dan Khadijah
binti Khuwailid.
Ibnu Katsir juga mengangkat hadits lain bahwa Asiah
istri Firaun dan Maryam binti Imron akan menjadi istri
Rasululloh saw di surga bersama perempuan-
perempuan yang menjadi istri Rasululloh di dunia.
Sedangkan bidadari-bidadari surga pada dasarnya
hanyalah selir, dayang dan pelayan. Sementara
perempuan-perempuan dunia yang masuk surga yang
akan menjadi permaisuri, ratu dan istri utama dari laki-
laki dunia yang masuk surga, mereka lebih cantik,
saleh, dan berakhlak mulia.
Imam Al-Qurthuby dalam kitab tafsirnya menyebutkan
beberapa atsar
bahwa wanita dunia saat berada di surga akan jauh
lebih cantik melebihi
bidadari-bidadari surga, ini karena kesungguhan
mereka dalam beribadah
kepada Alloh Azza Wa Jalla (Lihat Tafsir Al-Qurthuby).
Wallahu'alam...
0 komentar:
Posting Komentar