Menghafal Al Quran

10 ALASAN MENGHAFAL TAK HAFAL-HAFAL TETAP
MENYENANGKAN
Oleh K.H. Deden M. Makhyaruddin, M.A. (Dewan
Penasihat Indonesia Quran Foundation)
1. Satu huruf Al-Qur'an satu kebaikan, dan satu
kebaikan 10 pahala. Bagi yang kesulitan melafalkan,
satu hurufnya dua kebaikan. Berarti setiap hurufnya
20 pahala. Semakin sulit semakin banyak. Kalikan
dengan jumlah pengulangan Anda.
2. Al-Qur'an, seluruhnya, adalah kebaikan. Menghafal
tak hafal-hafal berarti Anda berlama-lama dalam
kebaikan. Semakin lama semakin baik. Bukankah
Anda menghafal untuk mencari kebaikan.
3. Ketika Anda menghafal Al-Qur'an, berarti Anda
sudah punya niat yang kuat. Rasulullah saw menyebut
70 syuhada dalam tragedi sumur Ma'unah sebagai
qari (hafizh), padahal hafalan mereka belum semua.
Ini karena seandainya mereka masih hidup, mereka
akan terus menghafal. Jadi, meski Anda menghafal
tak hafal-hafal, Anda adalah hafizh selama tak
berhenti menghafal. Bukankah hafizh yang
sebenarnya di akhirat?
4. Menghafal Al-Qur'an ibarat masuk ke sebuah
taman yang indah. Mestinya Anda betah, bukan ingin
buru-buru keluar. Menghafal tak hafal-hafal adalah
cara Allah memuaskan Anda menikmati taman itu.
Tersenyumlah.
5. Ketika Anda menghafal Al-Quran, meski tak hafal-
hafal, maka dapat dipastikan, paling tidak, selama
menghafal, mata Anda, telinga Anda, dan lisan Anda
tidak sedang melakukan maksiat. Semakin lama
durasinya, semakin bersih.
6. Memegang mushaf adalah kemuliaan, dan
melihatnya adalah kesejukan. Anda sudah
mendapatkan hal itu saat menghafal kendati tak
hafal-hafal.
7. Adakalanya kita banyak dosa. Baik yang terasa
maupun tak terasa. Dan menghafal tak hafal-hafal
adalah kifaratnya, di mana, barangkali, tidak ada
kifarat lain kecuali itu.
8. Tak hafal-hafal adakalanya karena Allah sangat
cinta kepada kita. Allah tak memberikan ayat-ayat-
Nya sampai kita benar-benar layak dicintai-Nya. Jika
kita tidak senang dengan keadaan seperti ini, maka
kepada siapa sebenarnya selama ini kita mencintai.
Ini yang disebut: Dikengenin ayat.
9. Menghafal tak hafal-hafal tentu melelahkan. Inilah
lelah yang memuaskan, karena setiap lelahnya
dicatat sebagai amal sholeh. Semakin lelah semakin
sholeh.
10. Menghafal tak hafal-hafal, tandanya Anda di
pintu hidayah. Berat tandanya jauh dari nafsu. Jauh
dari nafsu tandanya dekat dengan ikhlas. Dan ikhlas
lahirkan mujahadah yang hebat.

0 komentar:

Posting Komentar