Alloh memanjakan Ahli Tahajud

Qiyamul Lail atau Tahajjud sangat tinggi kedudukannya di sisi Allah. Seluruh keluarga Nabi saw menghiasi malam–malam mereka dengan qiyamul lail. Beliau saw senantiasa membangunkan keluarganya untuk beribadah malam, membimbing mereka dengan suasana malam yang penuh dengan zikir, tadarus Al Quran dan bermunajat kepada Allah swt.
         
Betapa Allah swt memanjakan ahli tahajjud. Di mana pun kita berada : di hotel, di kantor, di sawah, di kamar tidur, di kapal tengah berlayar, dan lain – lain tempat, lalu Allah swt mendatangi kita, menawarkan apa saja yang kita minta. Cuma syaratnya harus di sepertiga malam terakhir, merupakan waktu yang teristimewa.” Fihaa yufraqu kullu amrin hakim – Pada malam dijelaskan/diselesaikan segala urusan yang penuh hikmah“ (Ad-Dhuhan (44) :4). Yaitu segala yang berhubungan dengan kehidupan makhluk seperti hidup, mati, rezeki, nasib baik, nasib buruk dan sebagainya. Nabi saw bersabda “Allah Yang Maha Agung turun tiap – tiap malam ke langit dunia di 1/3 malam yang terakhir seraya berkata ’Barang siapa yang memohon kepada-Ku niscaya Aku beri, dan barang siapa yang meminta ampun kepada-Ku niscaya Aku ampuni.” (HR.Bukhari – Muslim). Al Hasan Al Bashri berkata “Tidak ada malam yang penuh dengan kebaikan yang melebihi shalat di 1/3 malam terakhir“.Diantara ulama salafus saleh berkilah “Sesungguhnya Allah swt memandangi hati orang – orang yang bangun tidur pada malam hari, lalu memenuhinya dengan cahaya. Banyak manfaat yang muncul dari hati mereka, lalu menyebar ke dalam hati orang – orang yang lalai.”
         
Janji Allah tersebut teramat pasti “Innakalaatuhliful mii’ad“ (Sesungguhnya Allah tidak pernah mengingkari janji“. Jadi seyogianya hidup orang mukmin itu tidak ada susahnya. Karena setiap ada masalah, sudah ada kiat penyelesaiaannya. Dan yang memberi solusi itu Zat Yang Maha Agung, Maha Berkuasa, Maha Perkasa, Maha Pencipta. Kalau Dia mau cukup berkata “Kun fayakun“. Subhanallah. Bayangkan daun yang gugur saja, atas izin dan sepengetahuan-Nya. Dalam surah Yunus 62-64, Allah swt memberikan jaminan  kepada  orang mukmin itu yang selalu bertaqwa antara lain “Ingatlah wali–wali Allah itu tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati, Yaitu orang–orang yang beriman dan senantiasa bertaqwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung.”.  “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka–sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya.“ (At.Talaq 2-4). Diantara ciri orang–orang yang bertaqwa ialah “Mereka sedikit sekali tidur pada waktu malam . Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan kepada Allah“ (Az-Zariyat 17-18). “Dan orang–orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri“ (Al-Furqan 64).       

Wallahu’alam.

Kisah Tentang Ban

Seorang anak memperhatikan ayahnya yang sedang mengganti ban mobil mereka. "Mengapa ayah mau repot-repot mengerjakan ini dan tidak memanggil orang bengkel saja untuk mengerjakannya?" tanya si bocah dengan penasaran.

Sang ayah tersenyum. "Sini, nak, kau lihat dan perhatikan. Ada enam hal tentang ban yang bisa kita pelajari untuk hidup kita," katanya sambil menyuruh sang bocah duduk di dekatnya. "Belajar dari ban?" Mata sang anak membelalak. "Lebih pintar mana ban ini daripada bu guru di sekolah?"

Sang ayah tertawa. "Gurumu tentu pintar, Nak. Tapi perhatikan ban ini dengan segala sifat-sifatnya. Pertama, ban selalu konsisten bentuknya. Bundar. Apakah dia dipasang di sepeda roda tiga, motor balap pamanmu, atau roda pesawat terbang yang kita naiki untuk mengunjungi kakek-nenekmu. Ban tak pernah berubah menjadi segi tiga atau segi empat."

Si bocah mulai serius. "Benar juga ya, Yah. Terus yang kedua?"

"Kedua, ban selalu mengalami kejadian terberat. Ketika melewati jalan berlubang, dia dulu yang merasakan. Saat melewati aspal panas, dia juga yang merasakan. Ketika ada banjir, ban juga yang harus mengalami langsung. Bahkan ketika ada kotoran hewan atau bangkai hewan di jalan yang tidak dilihat si pengemudi, siapa yang pertama kali merasakannya?" tanya sang ayah.

"Aku tahu, pasti ban ya, Yah?" jawab sang bocah antusias.

"Benar sekali. Yang ketiga, ban selalu menanggung beban terberat. Baik ketika mobil sedang diam, apalagi sedang berjalan. Baik ketika mobil sedang kosong, apalagi saat penuh penumpang dan barang. Coba kau ingat," ujar sang ayah. Si bocah mengangguk.

"Yang keempat, ban tak pernah sombong dan berat hati menolak permintaan pihak lain. Ban selalu senang bekerja sama. Ketika pedal rem memerintahkannya berhenti, dia berhenti. Ketika pedal gas menyuruhnya lebih cepat, dia pun taat dan melesat. Bayangkan kalau ban tak suka kerjasama dan bekerja sebaliknya? Saat direm malah ngebut, dan saat digas malah berhenti?"

"Wow, benar juga Yah," puji sang bocah sambil menggeser duduknya lebih dekat kepada sang ayah.
"Nah, sifat kelima ban adalah, meski banyak hal penting yang dilakukannya, dia tetap rendah hati dan tak mau menonjolkan diri. Dia biarkan orang-orang memuji bagian mobil lainnya, bukan dirinya."

"Maksud ayah apa?" tanya si bocah bingung.

"Kamu ingat waktu kita ke pameran mobil bulan lalu?" tanya sang ayah disambut anggukan sang bocah.

"Ingat dong, Yah, kita masuk ke beberapa mobil kan?"

"Persis," jawab sang ayah. "Biasanya di show room atau pameran mobil, pengunjung lebih mengagumi bentuk body mobil itu, lalu ketika mereka masuk ke dalam, yang menerima pujian berikutnya adalah interior mobil itu. Sofanya empuk, AC-nya dingin, dashboardnya keren, dll. Jarang sekali ada orang yang memperhatikan ban apalagi sampai memuji ban. Padahal semua kemewahan mobil, keindahan mobil, kehebatan mobil, tak akan berarti apa-apa kalau bannya kempes atau bocor."

"Wah, iya ya, Yah, aku sendiri selalu lebih suka memperhatikan kursi mobil untuk tempat mainanku."

Sang ayah selesai mengganti bannya, dan berdiri menatap hasil kerjanya dengan puas. "Yang keenam tentang ban adalah, betapa pun bagus dan hebatnya mobil yang kau miliki, atau sepeda yang kau punya, atau pesawat yang kita naiki, saat ban tak berfungsi, kita tak akan bisa kemana-mana. Kita tak akan pernah sampai ke tujuan."

Sang anak mengangguk-angguk.

Sang ayah menuntaskan penjelasannya, "Jadi saat kau besar kelak, meski kau menghadapi banyak masalah dibanding kawan-kawanmu, menghadapi lumpur, aspal panas, banjir, atau tak mendapat pujian sebanyak kawan-kawanmu, bahkan terus menanggung beban berat di atas pundakmu, tetaplah kamu konsisten dengan kebaikan yang kau berikan, tetaplah mau bekerja sama dengan orang lain, jangan sombong dan merasa hebat sendiri, dan yang terpenting, tetaplah menjadi penggerak di manapun kau berada. Itulah yang ayah maksud dengan hal-hal yang bisa kita pelajari dari ban untuk hidup kita."

Berpikir Besar

Menarik :)    ..

* Seorang guru besar di depan audiens nya memulai materi kuliah dengan menaruh topless yg bening & besar di atas meja.

* Lalu sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: "Sudah penuh?"

* Audiens menjawab: "Sdh penuh".

* Ooooo tunggu......Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari kotaknya & memasukkan nya ke dlm topless tadi. Kelereng mengisi sela2 bola tenis hingga tdk muat lagi. Beliau bertanya: "Sdh penuh?"

* Audiens mjwb: "Sdh penuh".

* Kemudian sang guru mengeluarkan pasir pantai & memasukkan nya ke dlm topless yg sama. Pasir pun mengisi sela2 bola & kelereng hingga tdk bisa muat lagi. Semua sepakat kalau topless sdh penuh & tdk ada yg bisa dimasukkan lg ke dalamnya.

* Tetapi terakhir sang guru menuangkan secangkir air kopi ke dalam toples yg sdh penuh dgn bola, kelereng & pasir itu.

Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa:
🌹"Hidup kita kapasitasnya terbatas spt topless. Masing2 dari kita berbeda ukuran toplesnya."

🌹Bola tenis adalah hal2 besar dlm hidup kita, yakni tanggung-jawab thdp Tuhan, orang tua, istri/suami, anak2, serta makan, tempat tinggal & kesehatan.

🌹Kelereng adalah hal2 yg penting, spt pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dll.

🌹Pasir adalah yg lain2 dlm hidup kita, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dll.

🌹Jika kita isi hidup kita dgn mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng & bola tennis tdk akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal2 kecil. Hidup kita habis dgn rekreasi dan hobby, sementara Tuhan dan keluarga terabaikan.

🌹Jika kita isi dgn mendahulukan bola tenis, lalu kelereng dst seperti tadi, maka hidup kita akan lengkap, berisikan mulai dr hal2 yg besar dan penting hingga hal2 yg menjadi pelengkap.

Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas & bijak. Tahu menempatkan mana yg prioritas dan mana yg menjadi pelengkap.

Jika tidak, maka hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali".

* Lalu sang guru bertanya: "Adakah di antara kalian yg mau bertanya?"

Semua audiens terdiam, karena sangat mengerti apa inti pesan dlm pelajaran tadi.

* Namun, tiba2 seseorang nyeletuk bertanya: "Apa arti secangkir air kopi yg dituangkan tadi .....?"

* Sang guru besar menjawab sbg penutup: "Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jgn lupa masih bisa disempurnakan dgn bersilaturahim sambil "minum kopi" ..... dgn tetangga, teman, sahabat yg hebat. Jgn lupa sahabat lama !!"

Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan ..... betapa indahnya hidup ini .

Peran ayah dalam Pendidikan Anak

Just share ilmu dari ustadz Bendri Jaisyurrahman (pakar islamic parenting dan konselor pernikahan)

"Peran Ayah dalam pendidikan anak"

Ketika ada tenaga medis bukan dokter hanya mantri lantas asal memberi obat jatuh korban maka akan di anggap mal praktek

Ketika ada sopir metromini lantas mengendarai pesawat tanpa punya ilmu nya akan di anggap mal praktek.

Lalu bagaimana saat ayah dan ibu tidak mempunyai ilmu lantas mereka mempunyai penumpang yang bernama anak ---> mal praktek?
Menghasilkan :

1) Anak2 yang kerdil jiwa nya. Jiwa anak kecil yang terjebak dalam tubuh orang dewasa.

2) Degradasi psikis , akibat nya saat ini  lemah. Dari anak2 lemah ---> menjadi laki2 lemah---> ayah yang lemah---> mencetak anak2 tidak berkualitas.
Anak sekarang hasil penelitian secara psikis setengah umur biologis nya. Anak kuliah berprilaku seperti anak SMP. Anak smp berbicara seperti anak TK "ciyus, miapah,dll"

3) Fenomena cabe2an dan anak alay...
Apa sih anak Alay ?? Mati pola pikir / thinking shock.
Ciri-ciri :
- tidak bisa milih / membuat keputusan.
"Kamu mau makan apa? Hmmm terserah deh... "
Diajak sholat hayuk, diajak maksiat hayuk..
Pagi ke majlis ta'lim, malam dugem
-tidak bisa describe.
"Yaaa gitu deh.."

Penyebab fenomena cabe2an ---> kehilangan sosok ayah

Karena ayahlah yg mengajarkan rasionalitas, otak kiri. Anak yang di besarkan tanpa sosok ayah akan tumbuh emosional dan tdk rasional.

FENOMENA FATHER HUNGER

Indonesia saat ini di sebut sbg Fatherless Country , banyak anak yang berayah namun yatim. Kerusakan psikologis yang di derita anak2 karena kehilangan sosok ayah.

Anak yang dekat dengan ayah nya cenderung menjadi pribadi yang percaya diri dan mudah beradaptasi dengan lingkungan luar. Karena bagi anak2, ayah adalah sosok misterius karena jarang pulang. Namun ketika seorang ayah bisa menjalankan peran nya. Maka anak akan menyimpulkan bahwa dunia luar aman bagi nya.

Stimulus pagi hari, hasil penelitian anak akan termotivasi menjadi sosok orang yang membangunkan dia di pagi hari... Anak yg di bangunkan oleh ayah akan lebih sukses drpd yang di bangunkan oleh ibu. Karena di mindset anak ayah adalah sosok penuh challenge sementara ibu lebih kepada urusan domestik dalam rumah.

Efek dari "father hunger"

1. Kurang dapat beradaptasi dengan lingkungan luar. Sekolah nempel terus ke ibu nya minta di tungguin.

2. Minder

3. Gay/ melenceng orientasi seksual
Hasil research --> 100% gay krn kehilangan sosok ayah

4. Kesulitan dalam belajar

5. Perasa / susah mengambil keputusan
----> kebanyakan diasuh ibu

6. Kalo perempuan , susah membuat kriteria pasangan. Buat anak perempuan yg dekat dengan ayah nya dia akan dgn mudah apa kriteria pasangan hidup nya? Yang seperti ayah saya.. Karena seharus nya seorang ayah adalah first love bagi anak perempuan nya.

Kebutuhan dasar anak wanita :
- di cintai
-di sayangi
-di puji

"Tau kah kamu nak, tidak ada satu laki2 di dunia ini yg mencintai km melebihi cinta ayah kepada kamu"

"Nak, tidak akan ayah biarkan satu laki2 pun menyakiti hati mu"

"Buat ayah, kamu adalah princess ayah , putri nya ayah yang paling cantik"

Anak2 perempuan yang saat kecil nya tidak mendapat kan ketiga hal diatas akan haus kasih sayang, sehingga ketika beranjak dewasa di rayu oleh laki2 mudah sekali karena dia mendapat apa yg tdk dia dapatkan seharus nya , laki2 yang memuja dia, akibat nya dgn mudah menyerahkan diri dan kehormatan nya...

Buat wanita yang sudah menikah, kalo menghadapi masalah dalam rumah tangga nya dia akan mudah give up, menuntut cerai dia dgn mudah menyimpulkan bahwa smua laki2 brengsek.

Saat ini banyak anak berayah namun yatim, karena fungsi ayah saat ini hanya 2 :
-memberi nafkah
-memberi ijin nikah

Ayah tidak tau kapan anak laki2 nya mimpi basah, subuh ketok pintu "bangun , sholat ke masjid" si anak tdk tau bahwa dia mimpi basah dan harus mandi junub. Berangkat ke masjid tanpa mensucikan diri

Padahal 58% anak Indonesia mengalami mimpi basah pertama nya saat kelas 5 SD (pubertas dini) sementara menurut mendiknas pelajaran mandi junub baru di berikan saat kelas 2 smp. Bayangkan selama berapa tahun si anak sholat ibadah nya tdk sah.

FATHERLESS COUNTRY!

- 0-2 thn pengasuhan full oleh ibu

- Usia pre school --> 90% guru di sekolah2 pre school adalah perempuan
- Usia TK --> sama tenaga pendidik perempuan smua
- Usia SD --> sama tenaga pendidik mayoritas ibu2

Padahal 0-7thn adalah golden age pembentukan karakter , harus imbang stimulan ibu dan ayah

Bayangkan saat cerita ttg sosok Umar ibn Khatab yg bercerita adalah ibu guru tdk bs heroik, harus nya sosok umar itu gagah perkasa. Sosok ibu2 tdk akan bs mewakili.

Maka ketika ada pepataha ttg "al ummu madrasatul ula: seorang ibu adalah sekolah pertama anak2 nya maka tambahkan dan ayah adalah kepala sekolah nya.

Apa fungsi seorang kepala sekolah :

1. Membuat tenaga pendidik nya nyaman. Nyaman kan istri mu , bahagiakan istri mu itu adalah hal terbaik yg bs km berikan kepada anak2 mu. Saat istri kita bahagia maka anak kt akan di besarkan dgn bunga2 yang indah, namun sebalik nya saat istri kt tdk bahagia tdk terjamin hidup nya , kesejahteraan nya dia akan membuang emosi sampah kepada anak2 kita.

2. Menentukan visi dan misi anak didik nya. Mau di jadikan apa anak anak didik nya. Ayah lah yang menentukan lantas mensosialisasi kan nya kepada istri sbg tenaga pendidik

3. Evaluasi, ini lagi2 bukan tugas istri namun tugas kepala sekolah. Panggil tenaga pendidik "umi, kok abi liat anak kita udh umur 10th belum bisa baca al fateha coba gimana sekolah nya , umi ajarkan tdk? Dll

4. Membuat aturan, jangan kebalik ibu2 yang bikin aturan ini itu macem2, saat ayah pulang ayah lah yg melemahkan aturan2 yg ada. Aturan harus nya di buat oleh sang kepala sekolah dan di sosialisasikan pd tenaga pendidik sbg org di lapangan. Misal : kalo abi dengar nanti umi lapor km nonton TV lebih dr 3jam , fasilitas TV abis cabut. Dimana2 yang nama nya kepala sekolah memang tdk selalu hadir tapi peran nya sangat krusial.

Jadi para ayah meski anda harus selalu keluar rumah utk mencari nafkah pastikan saat pulang ke rumah jiwa raga anda untuk anak2 anda. Karena apa? Dalam Al Quran ada 17 dialog ttg anak, 14 diantara nya ttg ayah- anak , Luqman dan anak nya, Ibrahim- Ismail, Ibrahim - Ishak, Syuaib dan anak nya, dsb . Hanya 2 dialog dalam Al Quran yang berisi dialog ibu dan anak, suadara Musa dan Maryam-Isa.

Karena dalam Islam seorang anak akan ikut nasab ayah nya, nasab adalah berarti pertanggung jawaban akan di minta dr seorang ayah berhasil dan gagal ayah yg akan di mintai pertanggung jawaban sesuai nasab nya...

#I.share.because.I.care ❤❤❤

*sosok.ayah.yg.tak.tergantikan ..

Tombo Ati

Tombo ati iku limo perkarane
Kaping pisan moco Qur’an lan maknane
Kaping pindo sholat wengi lakonono
Kaping telu wong kang sholeh kumpulono
Kaping papat kudu weteng ingkang luwe
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwe

In syaa Allaah banyak di antara kita yang hafal wejangan yang berupa syair tersebut. Iya bukan? Semoga tak hanya hafal namun juga diamalkan.

Di antara 5 hal yang menjadi obat hati adalah moco Quran lan maknane (membaca al-Quran dengan memahami maknanya) & wong kang sholeh kumpulono (berkumpullah dengan orang sholih). Dan ini yang akan kita bahas pagi ini in syaa Allaah.

Allah ta'aalaa berfirman,

و كيف تكفرون و أنتم تتلى عليكم آيات الله و فيكم رسوله

Dan bagaimana kalian kufur sedangkan dibacakan kepada kalian ayat-ayat Allah & di antara kalian ada seorang Rasul. (QS. Ali 'Imron: 101)

Dengan kita sering berinteraksi dengan al-Quran, tak hanya sekedar membacanya namun juga menelaah kandungannya, maka hal yang "aneh" jika kita masih dalam keadaan buruk (kufur, nifaq, fasiq).

Allah menjadikan al-Quran sebagai "Huda" petunjuk, marilah kita menggunakannya sebagai petunjuk jalan kehidupan.

Allah menjadikan al-Quran sebagai "Syifa" penawar, marilah kita menjadikannya sebagai penawar dari segala penyakit, baik hati maupun jasad.

Seringkali dari kita masih hanya bercukup diri dengan membacanya. Padahal tidak itu saja fungsi al-Quran.

Boleh jadi, ada nya masalah-masalah dalam hidup kita itu dikarenakan kita tak menggunakan al-Quran sebagaimana fungsi-fungsinya.

Selain itu, yang perlu kita jadikan benteng dari keburukan menimpa diri kita juga adalah berkumpul dengan orang sholih, ahli ilmu.

Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallama berkata,

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Seseorang itu sebagaimana agama teman dekatnya, maka hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud & at-Tirmidzi)

Dari hadits di atas kita bisa memahami bahwa betapa besar pengaruh seorang sahabat bagi kita, terutama dalam kualitas agama kita.

Seorang mukmin memilih sahabat tak hanya yang bisa dijadikan tempat curhat, ngobrol, diajak nongkrong & nonton. Namun yang bisa menjadikan ia semakin dekat dengan Robb-nya, semakin kokoh imannya & semakin kuat taqwanya.

Salah seorang ulama mengatakan,

صديقك من أبكاك لا من أضحكك

Sahabatmu ialah yang membuatmu menangis (dengan nasehatnya), bukan yang membuatmu tertawa (dengan candanya).

Semoga Allah memudahkan kita untuk menelaah firmanNya & bercengkrama dengan ahli ilmu di majlisnya.

Seekor Semut dan Setetes Madu

💧Setetes madu jatuh di atas tanah💧 . .

🐜Datanglah seekor semut kecil, perlahan-lahan dicicipinya madu tersebut. . .

🐜Hmmm... manis. Lalu dia beranjak hendak pergi. .
.
. 🐜Namun rasa manis madu sudah terlanjur memikat hatinya. Dia pun kembali untuk mencicipi lagi, sedikit saja. Setelah itu barulah dia akan pergi. .
.
. 🐜Namun, ternyata dia merasa tidak puas hanya mencicipi madu dari pinggir tetesannya. .
.
. 🐜Dia pikir, kenapa tidak sekalian saja masuk dan menceburkan diri agar bisa menikmati manisnya, lagi dan lagi. .
.
. 🐜Maka masuklah sang semut, tepat di tengah tetesan madu. .
.
. 🐜Ternyata? Badan mungilnya malah tenggelam penuh madu, kakinya lengket dengan
tanah. .

. . 🐜Dan... Tentu saja tak bisa bergerak. .

. . 🐜Malangnya, dia terus seperti itu hingga akhir hayatnya. Mati dalam kubangan setetes madu. ..

. 🌀Demikianlah analogi sederhana tentang dunia dan pecinta dunia, sebagaimana diperumpamakan dalam sebuah pepatah Arab : .

. ✨"Hakikat apa-apa dari kenikmatan dunia melainkan bagai setetes besar dari madu.

💦Maka siapa yang hanya mencicipinya sedikit, ia akan selamat.

💦Namun siapa yang menceburkan diri ke dalamnya, ia akan binasa."

-------------------------

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?" (Al- An'am : 32)

🍒Semoga bermanfaat...
🌻Tetap semangat menatap masa depan...
🌺Meraih kebahagiaan untuk mendapat ridho Allah yang haqiqy...

Uwais al-Andanusi

Gendong Ibunya Selama Berhaji, Koran Al-Madinah Sebut H Badri Sebagai Uwais al-Andanusi
Author: adminadmin | Posted on 9:17 am
(IPHI). Adalah Haji Badri (53 tahun), yang menarik perhatian sebuah Koran Al-Madidah. Selama musim haji, ia mengendong ibunya tercinta yang berusia 80 tahun. Di kota suci, Koran Al-Madinah meliput H Badri karena mengingatkan seorang shaleh yang dikagumi Nabi Muhammad. Ia adalah Uwais, seorang penduduk desa al-qarani di Yaman yang tidak terkenal di bumi namun masyhur di langit.
 
Itu dia lakukan mulai berangkat dari rumah Indonesia,, sampai tuntas melaksanakan sarat rukun haji, beliau merawat juga mengendong kemanapun selama di tanah suci.
 “Beliau inspirasi bagi kita semua, Semoga beliau menjadi haji mabrur senantiasa diberikan kesehatan lahir batin. Semoga kelak kita maupun anak cucu kita mampu mencontoh beliau yang taat dan tawadzu, serta benar-benar berbakti, pada orang tua, mengasihi ibundanya….semua bentuk khidmat itu merupakan pusaka yang luar biasa fadhilahnya,”ujar Ketua Umum IPHI H Kurdi Mustafa menanggapi teladan H Badri.